135 orang WNI dari luar negeri dibawa ke RSD Wisma Atlet

135 orang WNI dari luar negeri dibawa ke RSD Wisma Atlet

Sejumlah tenaga kesehatan Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Feny Selly/nz.

Jakarta (ANTARA) - Perwira Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh Kamis (18/6), Kolonel Mar Aris mengatakan 135 dari total 22.803 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menjalani repatriasi dari luar negeri dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

"95 orang (pindahan) dari Wisma Pademangan dengan hasil tes usap (swab test) positif COVID-19. Sementara, 40 orang menunjukkan hasil reaktif positif dari tes cepat (rapid test)," ujar Aris dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Adapun 40 orang yang reaktif dari hasil rapid test itu terdiri dari 32 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang 28 Mei, satu orang PMI datang 29 Mei, satu orang PMI datang 30 Mei, tiga orang PMI datang 5 Juni, 1 orang PMI datang 7 Juni, 1 orang PMI datang 14 Juni, 1 orang PMI datang 15 Juni.

Sedangkan jumlah WNI yang melaksanakan karantina setelah direpatriasi berjumlah 2.281 orang.

"Dikarantina 2.281 orang," kata Kolonel Marinir Aris Mudian.

Baca juga: Pemerintah bantu pulangkan 8.103 WNI melalui repatriasi mandiri
Baca juga: 434 orang ABK MV Eurodam tiba di Pelabuhan Tanjung Priok
Baca juga: Pangkogabwilhan I tinjau evakuasi 324 ABK WNI MV Costa Meditteranea


Selain 135 orang yang dikarantina di RSD Wisma Atlet, 1.023 orang jalani karantina di Wisma Karantina Pademangan dan 1.123 orang karantina di hotel dan penginapan di wilayah Jakarta.

Mereka yang dibawa ke Wisma Pademangan yaitu 114 orang PMI dari Singapura, 146 orang PMI dari Taiwan, 105 orang PMI dari Hong Kong, 197 orang PMI dari Malaysia, 112 orang PMI dari Jepang, 35 orang PMI dari Korea.

Selanjutnya 23 orang PMI dari Belanda, 55 orang PMI dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 40 orang PMI dari Qatar, 59 orang PMI dari Arab Saudi, 21 orang PMI dari Kamboja, 3 orang PMI dari Afrika, 24 orang PMI dari Uruguay, 3 orang PMI dari Filipina, 70 orang PMI dari Taiwan, 14 orang PMI dari Prancis, 1 orang PMI dari Jerman, dan 1 orang PMI dari Inggris.

Sedangkan mereka yang karantina di hotel dan penginapan di wilayah Jakarta berjumlah 1.123 orang yaitu di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Jakarta Timur 162 orang, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Tangerang 2 orang, Mercure Harmoni 9 orang, Vertu Harmoni 6 orang, Novotel 31 orang, Holiday Inn 148 orang, Grand Mercure Kemayoran 438 orang dan Hotel Mercure Batavia 327 orang.

Jumlah karantina yang tercatat hari ini berkurang 140 orang jika dibandingkan dengan data pada Rabu (17/6). Kemarin, jumlah yang dikarantina sebanyak 2.421 orang dari 21.988 orang dari luar negeri yang telah pulang ke Indonesia.

Kolonel Mar Aris menambahkan, ada 20.522 Warga Negara Indonesia (WNI), Pekerja Migran Indonesia (PMI), Anak Buah Kapal (ABK), dan pelajar dari luar negeri sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Sementara itu Data WNI, PMI, ABK, dan pelajar dari luar negeri yang diperbolehkan pulang ke rumahnya tersebut bertambah 1.129 orang jika dibandingkan dengan data WNI, PMI, ABK, dan pelajar diperbolehkan pulang ke rumah pada Rabu (17/6) kemarin yang berjumlah 19.393 orang.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenlu serahkan ABK WNI dan BMI kepada keluarga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar