Warga Banda Aceh diajak tak takut ikuti tes usap COVID-19

Warga Banda Aceh diajak tak takut ikuti tes usap COVID-19

Petugas medis mengambil sampel swab tenggorokan salah seorang warga dalam pemeriksaan swab massal terkait COVID-19 di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. (FOTO ANTARA/Khalis)

Tes ini gratis, kalau masyarakat pergi sendiri ke laboratorium, tes secara mandiri itu biayanya 1,5 juta. Ini karena ada kerja sama jadi Pemerintah Kota  Banda Aceh yang menanggung
Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh meminta masyarakat di Ibu Kota Provinsi Aceh itu agar tidak takut untuk mengikuti tes usap (swab) COVID-19 yang dilakukan secara gratis, yang digelar oleh pemerintah kota bersama Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh Media Yulizar, Kamis, di Banda Aceh mengatakan sejak dua pekan lalu diluncurkan tes usap massal, ternyata baru sekitar 230 warga Banda Aceh yang menjalani tes.

Kondisi itu disebutnya masih jauh dengan yang ditargetkan mencapai 1.300 warga atau 0,5 dari total penduduk Kota Banda Aceh.

"Datanya terus begerak, yang sudah keluar hasilnya sebanyak 144 swab sejak awal diluncurkan. Di Pasar Aceh dan RSUD Meuraxa, Alhamdulillah semua negatif," katanya.

Ia menjelaskan pelaksanaan tes usap massal itu terus berlangsung hingga mencapai angka target yang telah diitentukan. Namun, dalam pelaksanaan pihaknya mengalami kendala bahwa masyarakat masih enggan melakukan tes usap.

Menurut dia, berbagai alasan masyarakat menolak untuk melakukan tes usap, mulai dari takut sakit, hingga beredar informasi hoaks di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa ada virus yang dimasukkan dalam proses pelaksanaan tes usap tersebut.

"Sebetulnya masyarakat yakin dengan yang sudah disampaikan pemerintah bahwa jangan percaya dengan isu-isu yang aneh," katanya.

Pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat kota untuk melakukan tes usap, melalui tim Gugus Tugas COVID-19 di desa, kecamatan, dan bahkan puskesmas. 

Ia menambahkan warga harus memiliki kesadaran tinggi, terutama bagi  lansia yang memiliki penyakit penyerta, untuk segera melakukan pemeriksaan.

"Tes ini gratis, kalau masyarakat pergi sendiri ke laboratorium, tes secara mandiri itu biayanya 1,5 juta. Ini karena ada kerja sama jadi Pemerintah Kota  Banda Aceh yang menanggung," demikian Media Yulizar.

Baca juga: Kontak jarak dekat pasien klaster baru di Aceh dilacak Gugus Tugas

Baca juga: Dua warga positif COVID-19, Aceh tambah kasus setelah dua pekan nihil

Baca juga: Wali Kota: Tinjau ulang zona merah COVID-19 di Banda Aceh

Baca juga: IDI sebut seluruh daerah di Aceh harus segera lakukan tes COVID-19

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar