Indonesia terima 500 ribu masker dari UNDP

Indonesia terima 500 ribu masker dari UNDP

Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia Christophe Bahuet (kanan) secara simbolis menyerahkan bantuan masker medis kepada pemerintah Indonesia, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard (kiri) ,di Jakarta, Jumat (18/6/2020). (Handout-Kemlu RI)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia telah menerima secara simbolis bantuan 500 ribu masker medis dari Program Pembangunan PBB (UNDP), untuk penanggulangan wabah COVID-19.

Bantuan diserahkan oleh Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia dan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri serta Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Jumat.

Melalui keterangan tertulisnya, Kemlu menyampaikan bahwa bantuan UNDP itu merupakan buah dari kemitraan dan hubungan baik yang dibina Indonesia melalui berbagai forum multilateral.

Dengan didanai oleh Soong Ching Ling Foundation, bantuan masker senilai Rp 2,4 miliar itu telah tiba di Indonesia pada 30 Mei 2020 atas koordinasi KBRI Beijing dan kantor perwakilan UNDP di China.

Masker akan didistribusikan oleh Kemlu dan BNPB kepada tenaga kesehatan di seluruh Indonesia untuk penanggulangan pandemi COVID-19.
 
Perwakilan UNDP Indonesia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan berupa masker medis tersebut adalah sebagian dari program yang dikoordinasikan oleh UNDP untuk penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Selain masker medis, UNDP melalui kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) juga telah mengirimkan paket bantuan gelombang pertama, berupa ventilator, ke Indonesia.

 Baca juga: Maskapai di AS ancam larang penumpang naik jika tolak pakai masker

Baca juga: Penggunaan 60 persen masker jamin rasio penularan di angka 1

Baca juga: Penumpang naik KRL wajib pakai masker dan baju lengan panjang

 

China ekspor lebih dari 50 miliar masker

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar