Sepak Bola Dunia

Corona muncul lagi di Beijing, Liga China makin sulit bergulir lagi

Corona muncul lagi di Beijing, Liga China makin sulit bergulir lagi

Ilustrasi seorang pria duduk di stadion sepak bola yang kosong. ANTARA/Reuters/Marcelo del Pozo

Jakarta (ANTARA) - Munculnya kembali wabah virus corona di Beijing pekan lalu semakin merumitkan rencana untuk memulai kembali Liga Super China (CSL) yang telah tertunda, ungkap seorang ahli medis yang menjadi konsultan asosiasi sepak bola negara itu.

CSL dijadwalkan akan dimulai pada Februari, tetapi telah tertunda tanpa batas waktu yang ditentukan karena pandemi COVID-19.

Wabah di Beijing, yang jumlah kasus terinfeksinya lebih dari 180 orang hanya dalam kurun waktu sepekan, dapat menyebabkan penundaan kompetisi lebih lanjut, kata seorang spesialis penyakit menular Zhang Wenhong kepada televisi pemerintah.

"Jadwal masih dalam pembahasan karena pandemi kembali melonjak di Beijing," kata Zhang seperti yang dikutip Reuters, Jumat.

"Potensi penularan virus corona dari Beijing membuat situasi lebih rumit. Saya pikir para pemimpin CSL prihatin tentang itu dan akan terus mengubah jadwal."

Baca juga: Petinggi klub: Liga Super China dimulai Juli
Baca juga: Liga China akan memulai kompetisi tanpa selebrasi gol


Zhang mencatat bahwa liga sepak bola Eropa telah memulai kembali musim mereka setelah ditangguhkan selama berbulan-bulan karena COVID-19, tetapi ia mengatakan bahwa sepak bola China mengambil pendekatan yang lebih hati-hati.

"Negara-negara Eropa telah membuat keputusan untuk memulai kembali, karena mereka percaya... bila mereka dapat mengendalikan kasus-kasus virus corona dan sistem medis bekerja dengan baik, tidak apa-apa untuk memulai kembali kompetisi," katanya.

"Namun, di China, target kami adalah menjaga kasus mendekati nol, jadi kami jauh lebih berhati-hati dan kami masih membutuhkan lebih banyak waktu."

Direktur Administrasi Olahraga Shanghai mengatakan kepada kantor berita Xinhua pekan ini bahwa CSL akan dilanjutkan pada Juli, "bila semuanya berjalan dengan baik."

Lockdown virus corona telah menyebabkan dampak besar bagi sepak bola China, dengan banyak klub mengalami masalah finansial, termasuk klub CSL Tianjin Tianhai.

China lebih berhati-hati untuk melanjutkan kembali kompetisi olahraga profesional, bahkan ketika negara tetangga Korea Selatan, Jepang dan Taiwan telah memulai kembali liga sepak bola serta baseball.

Baca juga: Liga bola basket China kembali bergulir 20 Juni
Baca juga: Yao Ming nilai liga basket China kini hadapi banyak tantangan

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Lapangan Sepakbola berstandar Eropa di Lereng Merapi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar