IHSG diperkirakan terkoreksi sepekan ke depan

IHSG diperkirakan terkoreksi sepekan ke depan

Wartawan menunjukkan laman pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (5/6/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.

Jakarta (ANTARA) - Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan cenderung terkoreksi sepekan ke depan.

"IHSG kami perkirakan berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 4.900 sampai 4.821 dan resistance di level 4.970 sampai 5.018.," ujar Hans Kwee di Jakarta, Minggu.

Hans menuturkan, beberapa sentimen yang mungkin mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan adalah investor masih memperhatikan gelombang kedua pandemi COVID-19.

Peningkatan kasus di Amerika dan negara Afrika menimbulkan kekhawatiran terjadinya gelombang kedua. Ketika ekonomi aktif kembali, ternyata terjadi semakin banyak infeksi yang memudarkan harapan ekonomi akan cepat pulih pada Juli-September setelah suram pada April-Juni.

Harapan akan pemulihan ekonomi yang cepat, pudar setelah pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dan ekonom IMF Gita Gopinath. Data ekonomi akan mendapat perhatian pelaku pasar.


Baca juga: IHSG akhir pekan hijau didukung sentimen positif global dan domestik

Baca juga: IHSG menguat terbatas usai bank sentral turunkan suku bunga acuan


"Data penjualan ritel yang membaik membuat optimisme pasar, tetapi ketika angka pengangguran di bawah harapan pasar membawa sentimen negatif bagi pasar. Perkembangan data ekonomi akan sangat mempengaruhi pergerakan pasar saham," kata Hans.

Selain itu, pasar menanti stimulus besar-besaran dari Uni Eropa yang diperkirakan di sepakati di Juli.

Sementara itu, obat dexamethasone mengurangi kematian pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit hingga sepertiga. Hal tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar.

Sedangkan tensi Geopolitik Asia yang memanas juga menjadi perhatian pelaku pasar.

"Konflik Korea Utara dan Korea Selatan serta India dan China menjadi perhatian pelaku pasar," ujar Hans.

Dari dalam negeri, banyak sentimen positif diantaranya penurunan bunga acuan oleh Bank Indonesia dan pemberian rating "overweight" atas saham-saham di Indonesia oleh JP Morgan.

Overweight adalah rekomendasi yang memprediksi aset-aset investasi di negara tersebut akan meningkat melebihi saham atau aset lain yang menjadi patokannya.


Baca juga: IHSG diperkirakan menguat terbatas ikuti kenaikan bursa global

Baca juga: Mandiri Sekuritas: IHSG bakal berada level 5.540 pada akhir 2020

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

IHSG menguat ikuti naiknya bursa dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar