Basarnas : Korban tenggelam di perairan Lamakera belum ditemukan

Basarnas : Korban tenggelam di perairan Lamakera belum ditemukan

Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Ahad (21/6/2020) melanjutkan operasi pencarian terhadap Arifin seorang nelayan dari Desa Lamakera, Pulau Solor yang hilang setelah sampan yang ditumpang korban terbalik akibat hantaman gelombang tinggi di perairan Lamakera, Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (20/6/2020). (Antara Foto/HO- Basarnas Maumere)

Kupang (ANTARA) - Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Flores Nusa Tenggara Timur,  menyebutkan korban tenggelam atas nama Arifin (32) yang dilaporkan hilang setelah sampan yang ditumpangi korban bersama empat penumpang terbalik dihantam gelombang tinggi di perairan Lamakera, Pulau Solor, Sabtu (20/6/2020) masih belum ditemukan.

"Hingga hari Ahad ini korban atas nama Arifin (32), warga Desa Lamakera, Kabupaten Flores Timur, yang tenggelam di perairan Lamakera masih belum ditemukan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, I Putu Sudayana dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Kupang, Ahad.

Ia mengatakan operasi SAR hari kedua yang berlangsung Ahad pagi, melakukan penyisiran baik melalui jalur laut maupun darat sepanjang pantai Lamakera dilakukan tim SAR gabungan untuk mencari korban.

Menurut dia, operasi SAR yang melibatkan potensi SAR dari unsur TNI AL, TNI, Kepolisian, BPBD serta pemerintah Desa Lamakera serta warga setempat yang berlangsung hingga pukul 18.00 wita masih belum berhasil menemukan korban.

Baca juga: Bupati Irna berharap nelayan yang hilang di Selat Sunda ditemukan

Baca juga: Basarnas Banten lakukan pencarian tujuh nelayan hilang di Selat Sunda


I Putu Sudayana mengatakan operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan telah dilakukan secara maksimal dengan berbagai upaya sudah dilaksanakan, baik pelaksanaan penyisiran darat oleh tim darat dan penyisiran di permukaan air oleh tim laut, namun tidak membuahkan hasil.

Ia mengakui kendala gelombang yang tinggi disertai angin kencang di lokasi kejadian menjadi salah kendala dihadapi tim SAR dalam melakukan operasi pencarian terhadap korban.

"Operasi SAR untuk hari ini kedua ditutup pada pukul 18.00 wita mengingat hari sudah gelap dan akan dilanjutkan proses pencarian hari ke tiga besok pagi," kata I Putu Sudayana.

Seperti diwartakan sebelumnya, peristiwa naas dialami korban atas nama Arifin (32), warga Desa Lamakera, Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur terjadi pada Sabtu (20/6) pukul 09.00.

Sampan yang ditumpangi korban bersama empat penumpang terbalik saat dalam pelayaran menuju pantai Desa Lamakera, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur akibat diterjang gelombang tinggi serta angin kencang.

Dalam peristiwa itu empat penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pantai Desa Lamakera yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian sedangkan, korban Arifin dilaporkan hilang dalam peristiwa itu.*

Baca juga: Basarnas: Tiga nelayan hilang di Nias Selatan-Sumut ditemukan selamat

Baca juga: Basarnas: Tiga nelayan Nias Selatan hilang di perairan Pulau Sumabawa

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar