Labkes Jabar mampu uji 3.000 sampel usap per hari

Labkes Jabar mampu uji 3.000 sampel usap per hari

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan swab test (tes usap) masif COVID-19 di Kantor Kepala Desa Samida Jl. Baeud No. 15, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2020). (Dok Humas Pemprov Jabar)

mulai hari ini Labkes Jabar bisa memeriksa tes PCR lebih dari 3.000 sampel per hari
Bandung (ANTARA) - Balai Laboratorium Kesehatan Jawa Barat (Labkes Jabar) mampu melakukan pengujian terhadap 3.000 sampel usap COVID-19 per harinya atau dalam satu hari dan pencapaian ini adalah rekor terbaru dan paling menggembirakan sepanjang penanganan COVID-19 di Jabar.

“Hari ini kami sedang merayakan bahwa mulai hari ini Labkes Jabar bisa memeriksa tes PCR lebih dari 3.000 sampel per hari,” ujar Ketua Divisi Pelacakan Kontak Deteksi Dini Pengujian Massal dan Manajemen Lab GTTP COVID-19 Provinsi Jawa Barat dr Siska Gerfianti, Senin.

Secara resmi per Minggu (21/6), Labkes Jabar telah mampu menguji sampel uji usap (swab test) melebihi 3.000 sampel dalam satu hari dan sejak Sabtu (20/6) tim di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat atau dikenal dengan Labkes Jabar menerima 3.156 sampel dahak dan cairan hidung tenggorok yang sudah terverifikasi.

Ribuan sampel tersebut berasal dari enam daerah yakni Kabupaten Pangandaran, Kuningan, Garut, Tasikmalaya Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi, serta sampel lain seperti 88 siswa Papua.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jabar sedang menggelar Pekan Swab Massal di 17 kabupaten/kota melanjutkan uji usap di 10 daerah di kawasan Bodebek dan Bandung Raya yang melaksanakan PSBB Proporsional.

Baca juga: Ridwan Kamil tinjau tes usap pelajar Papua akan pulang kampung

Baca juga: Kota Cirebon targetkan 1,36 persen penduduk jalani tes usap


Targetnya pada pekan pertama 25.000 sampel dengan sasaran seluruh PDP, ODP, tenaga kesehatan, pedagang pasar, pemudik domestik dan dari luar negeri, serta kelompok rawan lainnya.

Siska Gerfianti, mengatakan pencapaian ini sungguh berarti dalam upaya Jabar dalam mempercepat penanggulangan COVID-19 terutama untuk melacak dan memetakan penyebaran virus yang pada gilirannya berimplikasi pada penanganan pasien positif di rumah sakit.

Di tempat yang sama, Kepala UPT Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr Emawati, sampel tenggorok hidung yang diterima Labkes kemarin tepatnya berjumlah 3.156. Seluruhnya telah diverifikasi di Bagian Registrasi Sampel.

Dalam uji usap ini, Labkes Jabar dibantu tim dari Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Bandung. Khusus Unpad dilengkapi dengan mobile lab yang berhasil menjaring 461 sampel.

Tim dari ITB dan Unpad merupakan sebagian kecil dari 26 lab satelit yang membantu dalam tes masif baik uji usap maupun rapid tes. Saat ini di Jabar total ada 20 laboratorium RTPCR (Real Time PCR) dan enam laboratorium TCM (Tes Cepat Molakular). Labkes Jabar sebagai lab induk sendiri kini telah memiliki enam mesin PCR dan tiga mesin ekstraksi. Masih menunggu mesin PCR mobile.

Menurut dr Ema, semua perangkat lab tersebut sejauh ini telah memeriksa 65.032 tes uji usap. Itu data per 15 Juni 2020, belum termasuk 3.156 sampel baru selesai didiagnosa.

Target uji usap di Jabar sendiri mencapai 150.000 dengan sasaran seluruh PDP, ODP, tenaga kesehatan, pemudik domestik dan dari luar negeri, serta dan sasaran lain hasil penyelidikan epidemologi.

Sementara itu, menurut Penanggungjawab Laboratorium Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Ryan B Ristandi, sebelumnya sampel uji usap yang datang ke labkes rata – rata 1.000 sampel per hari. Namun karena ada Pekan Swab Massal, sampel melonjak hingga melebihi 3.000 dan semuanya sudah diselesaikan.

 “Target pekan ini 25.000 tes, jadi pekan ini memang akan ada peningkatan jumlah pemeriksaan baik di lab induk maupun lab jejaring,” ujarnya.

Baca juga: Balitbangkes: Potensi laboratorium mampu periksa 30.900 spesimen

Baca juga: Pemprov Jatim: Ada satu mobil lab PCR khusus untuk Surabaya

 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkab Lebak perpanjang PSBB hingga 19 November 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar