Peserta upacara HUT Jakarta di Jaksel kenakan baju khas Betawi

Peserta upacara HUT Jakarta di Jaksel kenakan baju khas Betawi

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali memimpin upacara HUT ke-439 DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020) (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan)

Jakarta (ANTARA) - Peserta upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-493 di Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) mengenakan pakaian khas Betawi Sandariah dan Kebaya Encim, Senin.

Upacara yang dipimpin oleh Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik, mengenakan masker dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman.

Peserta upacara dibatasi jumlahnya, hanya diikuti oleh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), sedang aparat sipil negara (ASN) lainnya mengikuti upacara secara virtual.

"HUT DKI Jakarta kali ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak ada perayaan khusus," kata Wali Kota Marullah Matali membacakan pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

HUT DKI Jakarta ke-493 kali ini, lanjut dia, Jakarta bahkan seluruh dunia tengah mengalami cobaan pandemi COVID-19. Jakarta menjadi epicenter pertama di Indonesia, walau kini kondisinya mulai terkendali.

Pandemi COVID-19 yang juga menimpa Jakarta bukanlah pandemi yang pertama. Seabad yang lalu, 1918 pandemi Flu Spanyol yang melanda dunia juga terkena dampak pada Jakarta.

"Namun pandemi saat itu kita mampu melewatinya," kata Marullah.

Kota Jakarta telah melewati tantangannya. Bencana dan cobaan silih berganti datang. Bencana alam, krisis kesehatan, krisis ekonomi, hingga krisis sosial telah dialami, namun Jakarta mampu menghadapi.

"Kini, kita menjadi generasi yang diberi tantangan melawan musuh yang tak terlihat, virus yang dapat menyebar tanpa melihat latar belakang yang ditulari," kata Marullah melanjutkan.

Kini, lanjut Marullah, dengan izin Allah dan dengan secara bersama-sama Jakarta akan kembali membuktikan bahwa Jakarta akan mempu melewati cobaan besar ini.

Marullah juga menyampaikan, pembangunan kota boleh tertunda tapi menyelamatkan warga justru semakin ditingkatkan, pertemuan fisik antar warga boleh berkurang, tetapi solidaritas semakin berkembang, ekonomi boleh kontraksi namun tekad Jakarta akan kembali berdiri.

Pada momen ini, kata Marullah, saatnya segenap warga DKI bersatu, para tenaga kesehatan yang melindungi nyawa warga, para petugas keamanan lingkungan, para pekerja yang memastikan kebutuhan hidup warga terpenuhi, para guru yang terus memberikan pendidikan jarak jauh pada ada, para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang turut menjaga dan memberikan pemahaman kepada warga, para aparat wilayah yang bergerilya melindungi kampungnya, para warga yang begitu disiplin mengikuti protokol kesehatan,

"Andalah pahlawan dari perjuangan ini, mari kita teruskan hingga tuntas. Insya Allah kita menang, dan kita akan kembali ke Jakarta yang dahulu, namun berubah menjadi Jakarta yang lebih baik," kata Marullah menutup pidatonya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan perayaan Ibu Kota Jakarta ke-493 secara virtual dapat memberi pengalaman baru bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara maksimal.

"Mudah-mudahan ini memberikan pengalaman baru bagi masyarakat bahwa memanfaatkan teknologi secara optimal untuk kegiatan kegiatan interaksi sosial, ekonomi budaya, termasuk pengalaman tur kota menggunakan metode virtual," kata Anies ditemui di Balai Kota Jakarta usai mengadakan penyambutan kegiatan Ulang Tahun Jakarta, Senin.

Baca juga: Anies siap fasilitasi perekonomian dengan pertimbangkan COVID-19
Baca juga: Anies sebut reproduksi COVID-19 di Jakarta telah terkendali

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cerita dibalik rumitnya penyelenggaraan upacara virtual

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar