Bupati Abdul Gafur Mas'ud bantah beli Pulau Malamber

Bupati Abdul Gafur Mas'ud bantah beli Pulau Malamber

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil membantah membeli Pulau Malamber di Kepulauan Balagbalagan, Sulawesi Barat. (ANTARA/Novi Abdi)

....tidak benar AGM membeli Pulau Malamber
Balikpapan (ANTARA) - Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Gafur Mas’ud (AGM) membantah pemberitaan yang menyebutkan dirinya telah membeli Pulau Malamber di Kepulauan Balagbalagan di Selat Makassar, 4 jam tenggara Balikpapan, Kaltim.

Pulau seluas 1,4 hektare yang berpasir putih dan berhutan hijau rapat itu, disebutkan dijual warga seharga Rp2 miliar kepada AGM. Warga bernama Rajab itu pun sudah pula menerima uang muka sebesar Rp200 juta.

Pulau ini bersama Kepulauan Balagbalagan masuk di dalam administrasi Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

"Jadi mewakili Abdul Gafur Mas’ud atau AGM, baik secara pribadi maupun dalam kapasitas beliau sebagai Bupati Penajam Paser Utara, kami menyampaikan bantahan bahwa tidak benar AGM membeli Pulau Malamber tersebut," ujar Agus Amri SH dari Kantor Hukum Agus Amri and Affiliates, di Balikpapan, Senin.

Malah, menurut Amri, AGM tidak mengetahui hal transaksi tersebut, karena pihaknya tidak pernah membeli atau melakukan transaksi apa pun terkait pulau tersebut.

"Kami tidak bisa berkomentar tentang transaksi tersebut, karena bukan pihak kami yang melakukan transaksi. Jadi kami tidak bisa menjelaskan terkait asal usul transaksi atau dari informasi yang beredar ada uang muka jual beli pulau itu sebesar Rp200 juta," ujar Agus Amri.
Baca juga: DPRD Babel sahkan Raperda Zonasi Pesisir dan Pulau Kecil

Agus Amri menyampaikan bahwa AGM sangat terganggu dengan pemberitaan tersebut. Penyebutan nama dan jabatan AGM secara terang-terangan dalam berbagai pemberitaan juga disesali Amri, terutama yang hanya memuat pernyataan Camat Balagbalagan, Juara, tentang ihwal penjualan pulau itu.

"Jadi dalam kesempatan ini kami sampaikan hak jawab kami," kata Amri merujuk kepada UU Nomor 40/1999 tentang Pers dan kewajiban jurnalis menayangkan berita yang berimbang.

"Terhadap orang-orang atau pihak-pihak tertentu yang mencetuskan kabar ini, saya tegas menyatakan, ini kami anggap sebagai kebohongan. Selanjutnya tidak menutup kemungkinan kami akan menempuh jalur hukum bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab tersebut," kata Amri lagi.

Bupati Abdul Gafur Mas’ud adalah Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Pesisir dan Kepulauan Seluruh Indonesia (Aspeksindo). Berkunjung ke pulau-pulau seperti Kepulauan Balagbalagan adalah satu tugasnya sebagai ketua.

Diketahui, Pulau Malamber terdiri dari Pulau Malamber Besar dan Pulau Malamber Kecil.

Pulau Malamber Besar inilah yang disebutkan dijual kepada Bupati AGM dan merupakan satu dari 10 pulau berpenghuni, walaupun hanya oleh 4 keluarga. Pulau Malamber Kecil masuk dalam 6 pulau yang tidak berpenghuni.

Kepulauan Balagbalagang termasuk dalam Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Bala-Balakang yang merupakan Kawasan Konservasi Perairan. Status ini disebutkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Nomor 6 Tahun 2017 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2017-2037.

Kepulauan Balagbalagan juga biasa ditulis Bala-Balakang, yang atau Balabalakang. Kepulauan ini memiliki pasir putih dan terumbu karang berwarna-warni. Gusung-gusung yang ada seperti Gusung Lalungan adalah lokasi penyelaman yang menjanjikan pemandangan yang menakjubkan.
Baca juga: PLN bangun pembangkit listrik di 6 pulau kecil Bangka Belitung

Pengacara Agus Amri yang mewakili Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud. (ANTARA/Novi Abdi)

Pewarta: Novi Abdi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar