Mensos minta pendamping PKH fokus percepat penanganan kemiskinan

Mensos minta pendamping PKH fokus percepat penanganan kemiskinan

Rumah salah satu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ditempeli stiker sebagai penerima bantuan sosial. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Juliari P. Batubara berpesan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar tetap fokus dalam memberikan pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH guna mempercepat penanganan masalah kemiskinan.
 
 
“Saya minta pendamping PKH lebih banyak mengedukasi KPM sehingga mempercepat penanganan kemiskinan. Misalnya dengan mengedukasi KPM agar mandiri secara ekonomi,” kata Mensos di acara pembukaan Diklat E-Learning Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) / Family Development Session (FDS) PKH di Jakarta, Senin.
 
 
Untuk itu, ia menggarisbawahi, agar skema pemberdayaan sosial sebagai komplementaritas program PKH harus segera dilaksanakan melalui kewirausahaan sosial.
 
 
“Kemampuan kewirausahaan yang dimiliki pendamping PKH dan KPM diharapkan dapat mempercepat kemandirian penerima PKH dengan kemampuan kewirausahaan yang dimilikinya,” katanya.
 
 
Ia juga mengingatkan, sebagai garda depan, pendamping PKH akan mencerminkan Kementerian Sosial sebagai lembaga. Artinya, sikap, perilaku, dan pernyataan pendamping PKH sebagai akan membentuk opini dan kesan terhadap Kementerian Sosial.
 
 
“Pendamping PKH merupakan garda terdepan. Keberhasilan program PKH, exit maupun graduasi PKH harus betul-betul dipastikan bahwa KPM sudah memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri,” katanya.
 
 
Tak kalah penting, pendamping PKH juga harus bisa mengedukasi KPM untuk senantiasa atau membiasakan diri menerapkan protokol kesehatan bagi keluarga KPM dan lingkungan sosial sekitarnya.
 
 
“Termasuk pada saat KPM melakukan pengambilan bantuan sosial di ATM atau Kantor Bank Himbara, biasakan KPM senantiasa menjalankan protokol kesehatan,” kata Mensos.
 
 
Diklat secara daring ini dihadiri Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluh Sosial (BP3S) Syahabuddin, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama , Staf Ahli Bidang Aksibilitas Sosial Sonny W Manalu dan Staf Ahli Bidang Teknologi Pekerjaan Sosial Andi Zainal A. Dulung.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mensos: Realisasi penyerapan APBN Kemensos tertinggi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar