Seleksi warga, 200 pelaku perjalanan digelar di Bantul-DIY dites usap

Seleksi warga, 200 pelaku perjalanan digelar di Bantul-DIY dites usap

Petugas dari Dinas Kesehatan Bantul, DIY, Selasa (23/6/2020) bersiap melakukan tes usap (swab) massal bagi pelaku perjalanan (FOTO ANTARA/Hery Sidik).

Ini merupakan pionir dari DIY, baru pertama memulai, karena kita ingin segera mengetahui bahwa masyarakat yang ada di Bantul apakah terkonfirmasi COVID-19 atau tidak
Bantul, DIY (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan pemeriksaan usap (swab) dengan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) massal bagi sebanyak 200 pelaku perjalanan di daerah ini guna mendeteksi ada tidaknya infeksi virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

"Hari ini adalah rangkaian dari kegiatan masif dan massal kita untuk mendeteksi masih ada tidaknya COVID-19 atau sumber penularan di masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja disela melakukan tes usap massal di halaman Dinkes Bantul, Selasa.

Menurut dia, tes usap massal bagi 200 pelaku perjalanan oleh Dinkes Bantul akan dilakukan selama empat hari dalam dua periode, yakni periode pertama dilakukan pada 23 Juni dan 24 Juni kepada 100 orang, kemudian periode kedua pada 25 dan 26 Juni kepada 100 orang.

Dia mengatakan, pada Senin (22/6), pihaknya juga melakukan rapid diagnostic test (RDT) untuk COVID-19 kepada para pelaku perdagangan di toko ritel dan pusat perbelanjaan grosir di wilayah Kecamatan Piyungan guna mendeteksi dini potensi atau indikasi warga terkena virus corona.

"Jadi sudah dimulai dari kemarin kita maraton, di satu pihak kita melakukan rapid test di ritel grosir dan pasar, tapi satu pihak melakukan swab massal yang kita prioritaskan kepada pelaku perjalanan dari daerah yang tranmisi lokal," katanya.

Agus mengatakan, tes usap massal yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dan Pemda DIY melalui Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta ini merupakan yang pertama di DIY dan diharapkan bisa diikuti daerah lain.

"Ini merupakan pionir dari DIY, baru pertama memulai, karena kita ingin segera mengetahui bahwa masyarakat yang ada di Bantul apakah terkonfirmasi COVID-19 atau tidak dan dengan swab massal, kita bisa langsung tahu masih ada potensi penularan di masyarakat atau tidak," katanya.

Ia mengatakan, tes usap massal ini juga sesuai amanah Presiden Joko Widodo bahwa diharapkan daerah segera melakukan secara masif untuk swab massal dengan target 5.000 orang per satu juta penduduk, sehingga kalau di Bantul jumlah penduduk hampir satu juta jiwa maka target 5.000 orang harus tercapai.

"Kita kejar target 5.000 orang, mudah-mudahan kita bekerja sama dengan BPTKLPP, Pemda Bantul dan DIY untuk mendapatkan suport kita agar bisa melaksanakan target itu, tentu kita lakukan bertahap sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada," demikian Agus Budi Raharja.

Baca juga: Percepat penelusuran, karyawan ritel-grosir di Bantul-DIY dites cepat

Baca juga: Kontak erat dengan positif COVID-19, 250 warga Bantul-DIY "rapid test"

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di DIY naik 244 orang dari klaster penjual ikan

Baca juga: Dua warga Bantul positif COVID-19 usai pulang kerja dari Dubai dan USA

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Puluhan jurnalis di Malang jalani tes usap

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar