Ventilator buatan ITB-Unpad-Salman ITB diserahkan ke Kemenkes

Ventilator buatan ITB-Unpad-Salman ITB diserahkan ke Kemenkes

Tim Ventilator Portabel Indonesia (Vent-I) yang dibuat atas kolaborasi ITB, Unpad, dan YPM Salman ITB menyerahkan secara simbolis tiga unit Vent-I kepada Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto di Kantor Kementerian Kesehatan RI, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Dok Tim Vent-I)

Bandung (ANTARA) - Tim Ventilator Portabel Indonesia (Vent-I) yang dibentuk atas kolaborasi ITB, Unpad, dan YPM Salman ITB menyerahkan secara simbolis tiga unit Vent-I kepada Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto di Kantor Kementerian Kesehatan RI, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penggagas Vent-I Dr Syarif Hidayat dalam siaran pers Humas ITB, Selasa mengatakan, hingga hari ini sebanyak 139 unit Vent-I produksi pertama yang telah didistribusikan kepada rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.

"Sementara ini total target produksi Vent-I sekitar 800-900 unit dari dana donasi masyarakat, institusi negara, BUMN dan swasta," ujar Dr Syarif Hidayat yang merupakan Dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB itu.

Baca juga: Indonesia hasilkan lima ventilator yang masuk tahap produksi

Berdasarkan data yang terdapat di website vent-i.org, yang dikutip Minggu (21/6), jumlah ventilator yang telah didistribusikan sebanyak 139 unit per provinsi yaitu Jawa Timur 47 unit, Jawa Barat 44 unit, DKI Jakarta 20 unit, Jawa Tengah 15 unit, Banten 4 unit, Sumatera Utara 3 unit, DI Yogyakarta 2 unit, Lampung 2 unit, dan Kalimantan Timur 2 unit.

Dr.Syarif menambahkan, untuk produksi non-donasi atau komersial, proses industri dilaksanakan oleh PT. Rekacipta Inovasi ITB (PT. RII) yang bekerjasama dengan ITB, BUMN, dan swasta.

"Terima kasih atas dukungan semua pihak atas perhatian dan bantuan sejak pengembangan, pengujian, perizinan, produksi, distribusi hingga nantinya after donation bisa terlaksana serta bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Syarif.

Baca juga: UI siap distribusikan ventilator lokal COVENT-20 ke rumah sakit

Sebelumnya, Vent-I telah dinyatakan lolos uji produk oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 21 April 2020. Vent-I dinyatakan lolos uji untuk semua kriteria uji sesuai dengan standar SNI IEC 60601-1:204: Persyaratan Umum Keselamatan Dasar dan Kinerja Esensial, Rapidly Manufactured CPAP Systems, Document CPAP 001, Specification, MHRA, 2020.

Ventilator tersebut diinisiasi pengembangannya oleh Dr Syarif Hidayat, Dosen STEI ITB dari Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan, didukung oleh beberapa dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) dan Prodi Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) .

Vent-I adalah alat bantu pernapasan bagi pasien yang masih dapat bernapas sendiri (jika pasien COVID-19 pada gejala klinis tahap 2), bukan diperuntukkan bagi pasien ICU. Vent-I tersebut dirancang dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis baik dokter umum maupun perawat yang bertugas di garis depan. Alat tersebut memiliki fungsi utama yaitu CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Sulsel dapat bantuan ventilator khusus ICU
Baca juga: Dua produk ventilator untuk pasien COVID-19 dapat izin edar
Baca juga: UNDP, WHO dan IOM salurkan 33 ventilator untuk Indonesia

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden Jokowi apresiasi kiprah ITB

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar