Google Maps bakal terkoneksi dengan banyak transportasi publik

Google Maps bakal terkoneksi dengan banyak transportasi publik

Ilustrasi: Google Maps. (ANTARA/Google)

Jakarta (ANTARA) - Google terus menyempurnakan layanan navigasinya, Google Maps, yang bakal terkoneksi dengan lebih banyak sarana transportasi publik, termasuk jenis transportasi yang orang gunakan sebelum mencapai stasiun kereta atau bus umum.

Fitur baru itu diungkap oleh pembocor ulung Jane Wong pada Minggu (21/6) dan dibahas di laman 9to5Google, berikut tangkapan layar fitur pada pembaruan Google Maps mendatang.

Meski pembaruan ini tidak seberapa tapi mungkin akan sangat berguna saat fase normal baru, di mana sebagian orang sudah kembali melakukan perjalanan dengan transportasi umum.

Bagi banyak penumpang, ada perjalanan kecil untuk sampai ke pangkalan bus, kereta bawah tanah, atau stasiun kereta terdekat. Dengan filter Maps baru ini, Google akan memungkinkan pengguna untuk memilih dan memilih jenis transportasi apa yang akan mereka gunakan untuk "jarak pertama" mereka dalam perjalanan harian.

Secara teknis, ini mungkin bisa digunakan untuk "km terakhir" juga. Pilihan yang disertakan adalah mobil, sepeda, becak, sepeda motor, atau layanan berbagi perjalanan seperti Uber atau Lyft.

Dengan Uber, Google Maps juga bersiap untuk memberikan wawasan yang lebih baik tentang tarif perjalanan. Dengan ini, Google Maps akan menautkan ke layanan berbagi perjalanan dan membagikan rute pengguna, menawarkan tarif perjalanan langsung dan akurat dalam Google Maps.
Kemungkina, fitur itu juga akan tersedia untuk platform berbagi perjalanan lainnya. Dalam perubahan terkait, Maps juga tampaknya bekerja pada integrasi yang lebih ketat untuk "Bay Wheels," layanan berbagi sepeda di San Francisco.

Ada juga beberapa perubahan antarmuka, di antaranya menampilkan profil pengguna di kanan atas dan logo Google di kiri, sementara tengah atas ada bilah pencarian.

Tidak jelas kapan salah satu dari fitur ini akan diluncurkan ke publik, tetapi semuanya tampak seperti penyempurnaan yang disambut baik di platform ini.


Baca juga: Google Maps mungkinkan pengembang buat game seperti Pokemon Go

Baca juga: Google Maps akan ingatkan pengguna soal pembatasan perjalanan

Baca juga: Mudik virtual, kunjungi rumah keluarga lewat aplikasi ini

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Epidemiolog : Belum ada klaster transportasi publik di manapun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar