Sepak Bola Dunia

Australia-Selandia Baru dorong pengajuan tuan rumah Piala Dunia Putri

Australia-Selandia Baru dorong pengajuan tuan rumah Piala Dunia Putri

Penyerang tim nasional putri Amerika Serikat, Alex Morgan, melepaskan tendangan dalam laga perempat final Piala Dunia Putri 2019 melawan Prancis di Stadion Parc des Princes, Paris, Jumat (28/6/2019) setempat. (ANTARA/AFP/Franck Fife)

Jakarta (ANTARA) - Perdana menteri Australia dan Selandia Baru telah mengirim surat ke FIFA yang menekankan dukungan penuh mereka untuk mengajukan menjadi tuan rumah Piala Dunia Putri 2023 jelang penentuan kepastian pekan ini.

Dewan Eksekutif FIFA akan membuat keputusan tentang hak penyelenggaraan pada hari Kamis. Kolombia kini menjadi satu-satunya pesaing Australia-Selandia Baru, setelah Jepang mundur dari pengajuan pada hari Senin.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern menulis dalam sebuah surat terbuka kepada FIFA, Selasa, bahwa kedua negara sanggup menjadi tuan rumah turnamen tersebut.

Baca juga: Brazil mundur dari pencalonan tuan rumah Piala Dunia Putri 2023

"Piala Dunia Putri Australia-Selandia Baru akan mewujudkan semangat kami untuk sepak bola putri dan komitmen terhadap kesetaraan dan keadilan (gender), menciptakan warisan yang mendalam dan abadi untuk masa depan sepak bola wanita di kawasan dan internasional," mereka menuliskan.

Tawaran bersama ini menjadi yang pertama dari seluruh konfederasi dan akan menjadi Piala Dunia Wanita pertama yang diadakan di belahan bumi bagian selatan dan wilayah Asia-Pasifik.

Presiden Federasi Sepak Bola Australia Chris Nikou dan Selandia Baru Johanna Wood mengatakan, pengajuan tawaran bersama itu mulai ditingkatkan pada minggu lalu, Reuters melaporkan.

Baca juga: FIFA: banyak negara berminat helat Piala Dunia Putri 2023

Baca juga: Delapan negara bersaing jadi tuan rumah Piala Dunia Putri 2023


"Kami sedang melakukan segala yang kami bisa dalam fase terakhir yang penting ini untuk mengkomunikasikan seperti apa konsep 'hosting' kami bagi sepak bola putri di Asia-Pasifik dan sekitarnya," kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama.

Tawaran bersama kedua negara mendapat nilai 4,1 (dari lima nilai tertinggi) dalam laporan evaluasi FIFA, Jepang diberi nilai 3,9, sementara Kolombia mencetak 2,8.

Sebelumnya, kepala Federasi Sepak Bola Kolombia mengatakan bahwa laporan itu tidak adil karena didasarkan pada prasangka yang sudah terbentuk sebelumnya daripada kenyataan, padahal mereka optimistis sanggup menggelar Piala Dunia Putri.

Nilai rendah yang didapat Kolombia didasarkan pada pertimbangan faktor keamanan yang dikhawatirkan bisa menjadi kendala dalam pelaksanaan ajang tersebut.

Baca juga: Juarai Piala Dunia Putri, Ertz dinobatkan pemain terbaik AS 2019

Baca juga: FIFA tambah peserta Piala Dunia Putri jadi 32 tim

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Lapangan Sepakbola berstandar Eropa di Lereng Merapi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar