Pemprov Babel ajukan lada putih sebagai produk nasional

Pemprov Babel ajukan lada putih sebagai produk nasional

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menyaksikan proses pengemasan dan pengolahan lada putih di Rumah Produksi Lada Putih Pangkalpinang. ANTARA/Aprionis/am.

Kita sudah menyampaikan hal ini kepada Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan agar lada putih ini dijadikan produk nasional
Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajukan lada putih sebagai produk nasional, sebagai peran aktif pemerintah daerah mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dalam memulihkan perekonomian selama pendemi COVID-19.

"Kita sudah menyampaikan hal ini kepada Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan agar lada putih ini dijadikan produk nasional," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan tingkat piperin lada putih hasil petani Bangka Belitung sekitar lima hingga tujuh persen dan memiliki spesifikasi khusus yang sangat diminati pasar nasional dan internasional.

Selain itu, lada putih ini tidak hanya dijadikan sebagai rempah-rempah bumbu masakan, tetapi juga dapat meningkatkan imunitas tubuh untuk menangkal berbagai virus penyakit.

"Hingga saat ini sudah ada tiga produk lada putih yang masih dalam proses BPPOM dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, produk tersebut sudah keluar dan diregistrasikan oleh BPPOM yaitu berupa tablet yang dinamakan "King Spice",” ujarnya.

Menurut dia saat ini, pemerintah provinsi juga sedang membuat peraturan gubernur untuk produk lada yang akan dijual di dalam negeri yang sudah harus terbungkus rapi dari hasil hilirisasinya, baik berupa tepung maupun butiran yang dibungkus dan dapat ditempatkan di berbagai restoran agar memiliki nilai premium.

"Untuk menjadikan rempah-rempah ini sebagai produk nasional, kita mengambil langkah kebijakan untuk mempertahankan mutu dari produk komoditas khas daerah ini," katanya.

Ia menambahkan dengan mengemas sendiri dan ditambah dengan strategi hilirisasi, lada Babel tidak hanya digunakan sebagai bahan pencampur untuk meningkatkan nilai piperin lada luar negeri, tetapi hasil perkebunan petani daerah ini akan dibuat kembali menjadi bahan baku obat-obatan.

"Kita terus melakukan upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas lada putih petani ini, guna meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pendemi COVID-19 ini," katanya. 

Baca juga: Pemprov Babel hentikan ekspor biji lada
Baca juga: Pemprov Babel buka pasar lada secara bebas

Pewarta: Aprionis
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemendikbudristek dorong eksplorasi rempah Indonesia semakin luas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar