2.050 beasiswa YBM-BRI Smart Scholarship dialokasikan saat pandemi

2.050 beasiswa YBM-BRI Smart Scholarship dialokasikan saat pandemi

Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto, Kamis (25/6/2020) di Jakarta, secara daring meluncurkan Program "YBM-BRI Smart Scholarship", yakni beasiswa bagi 2.050 mahasiswa dari 33 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. (FOTO ANTARA/HO-Humas YBM-BRI)

Dukungan YBM-BRI terhadap dunia pendidikan selaras dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai aset bangsa akan menjadi prioritas utama
Jakarta (ANTARA) - Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) pada saat pandemi COVID-19 pada 2020 mengalokasikan 2.050 beasiswa kepada mahasiswa penerima (awardee) di perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia melalui Program "YBM-BRI Smart Scholarship".

Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto, Kamis, di BRInnovation Center yang dipantau di Jakarta, secara simbolis meluncurkan program itu melalui telekonferensi dalam jaringan (daring) dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.

Peluncuran program secara daring itu diikuti oleh seluruh mahasiswa penerima beasiswa dari 33 PTN dan perwakilan kemahasiswaan kampus di Kantor Wilayah YBM-BRI di seluruh Indonesia.

Baca juga: Dana zakat didayagunakan YBM-BRI capai Rp128,8 miliar

Dalam kesempatan itu, Catur Budi Harto menyampaikan bahwa dukungan YBM-BRI terhadap dunia pendidikan selaras dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai aset bangsa akan menjadi prioritas utama.

Apalagi, mengingat Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030 yang memproyeksikan jumlah penduduk usia produktif sekitar 64 persen dari total penduduk Indonesia.

Sebagai gambaran, menurut dia, alokasi anggaran dana zakat untuk program pendidikan sebesar 38 persen atau senilai Rp50 miliar dari proyeksi pendayagunaan sebesar Rp134 miliar pada tahun 2020.

Sementara secara khusus, Program Smart Scholarship ini dianggarkan sebesar Rp13,4 miliar.

Baca juga: Zakat, modal umat membantu kelompok marjinal

Lebih lanjut Catur Budi Harto menjelaskan bahwa "awardee" Program Smart Scholarship ini merupakan mahasiswa terpilih dari PTN yang telah mengikuti seleksi dan ditetapkan lulus, selanjutnya akan mendapatkan tunjangan prestasi selama satu tahun ajaran.

Kemudian, mahasiswa penerima juga mendapat pembinaan "capacity building" berupa penguatan "soft skill", dan penanaman budi pekerti luhur guna menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.

"Program ini merupakan jembatan menuju program beasiswa YBM-BRI Bright Scholarship," katanya.
Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto (dua dari kanan), dan Ketua Badan Pengurus YBM-BRI Sepyan Uhyandi (paling kiri) Kamis (25/6/2020) di Jakarta, bersama perwakilan mahasiswa dari 33 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia penerima beasiswa Program "YBM-BRI Smart Scholarship" usai peluncuran secara daring program tersebut. (FOTO ANTARA/HO-Humas YBM-BRI)


Sementara itu, Ketua Badan Pengurus YBM-BRI Sepyan Uhyandi melaporkan bahwa peluncuran itu dilaksanakan untuk memperkenalkan Program Smart Scholarship kepada masyarakat luas.

"Sekaligus sebagai bukti nyata kepedulian BRI melalui YBM-BRI terhadap kemajuan pendidikan dan kualitas SDM di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan YBM-BRI Smart Scholarship merupakan program Beasiswa YBM-BRI yang ketiga, setelah "Bright Scholarship" dan "My Scholarship", yang telah menyalurkan beasiswa ke lebih dari 9.600 penerima manfaat.

Ia menyampaikan meski peluncuran program itu dilaksanakan secara daring, tidak mengurangi esensi akan maksud dan tujuan baik diselenggarakannya kegiatan ini.

Baca juga: BRI beri beasiswa 32 jurnalis

Baca juga: Kemenko PMK-YBM BRI beri beasiswa penghafal Alquran


Terlebih, kata dia, dalam acara itu semua pihak terkait turut menyaksikan dan mendukung terselenggaranya program yang akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat luas, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi.

Menurut dia, program tersebut diharapkan menjadi pemutus mata rantai kemiskinan mustahik (penerima beasiswa dari zakat), karena melalui pendidikan para mustahik akan berproses menjadi tenaga terampil dan andal yang dibutuhkan oleh dunia industri ataupun dunia usaha.

Selain itu, kata Sepyan Uhyandi, program itu juga akan sejalan dengan upaya YBM-BRI untuk selalu memastikan dana zakat dapat disalurkan dengan tepat sasaran dan memiliki efek kebermanfaatan yang berkelanjutan.

Pada peluncuran itu juga dilakukan interaksi langsung secara daring dengan salah satu "awardee", yakni Hasan Basri Buano, mahasiswa IAIN Fattahul Muluk, Jayapura, Provinsi Papua.

"Alhamdulillah Program Beasiswa Pendidikan ini sangat bermanfaat bagi kami yang tengah berjuang untuk menggapai cita-cita dan masa depan yang cerah," katanya.

"Kami berharap program beasiswa pendidikan seperti ini dapat terus berlangsung agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berguna bagi pembangunan bangsa. Semoga para 'muzakki' (pemberi zakat) diberikan keberkahan dan rezeki yang melimpah," demikian Hasan Basri Buano.

Pewarta: Andi Jauhary
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkeu: Pengabdian alumni LPDP bidang kedokteran masih terkonsentrasi di Jawa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar