Meski bebas corona, Vietnam belum siap membuka diri untuk turis asing

Meski bebas corona, Vietnam belum siap membuka diri untuk turis asing

Penggemar sepak bola hadir menyaksikan pertandingan Liga V antara Viettel dan Duoc Nam Ha Nam Dinh, setelah pemerintah setempat melonggarkan kebijakan lockdown secara nasional, Nam Dinh, Vietnam, Jumat (5/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kham/foc.

Tidak ada ceritanya tergesa-gesa untuk membuka diri,
Hanoi (ANTARA) - Meski sukses mengendalikan wabah COVID-19, Vietnam belum berencana membuka diri untuk wisatawan asing lantaran khawatir hal tersebut dapat menyebabkan gelombang kedua infeksi, kata perdana menteri negara Asia Tenggara tersebut, Rabu.

Berkat program pengujian yang terarah dan agresif serta sistem karantina yang terpusat, Vietnam mencatat jumlah infeksi yang relatif rendah yakni 352 kasus, yang sebagian besar sudah dinyatakan sembuh. Tidak ada kematian COVID-19 yang dilaporkan di negara tersebut.

"Tidak ada ceritanya tergesa-gesa untuk membuka diri," kata Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc melalui pernyataan yang diunggah di situs pemerintah, Rabu.

"Vietnam belum siap untuk menyambut kembali wisatawan asing. Pakar asing, pekerja tingkat tinggi dan investor yang datang ke Vietnam akan disambut namun akan diawasi secara ketat."

Baca juga: Penonton penuhi stadion saat Liga Vietnam dimulai lagi
Baca juga: Vietnam usulkan penyelenggaraan KTT ke-36 ASEAN secara tatap muka


Pakar asing dengan keahlian super seperti insinyur diizinkan untuk datang ke Vietnam dengan penerbangan khusus dan karantina di hotel dalam upaya menjaga ekonomi agar tetap bertahan melewati pandemi global. Phuc mengatakan frekuensi penerbangan seperti itu akan ditambah.

Selama lebih dari dua bulan Vietnam melaporkan nihil transmisi komunitas COVID-19. Pada awal Juni pemerintah Vietnam mengaku sedang berencana untuk melanjutkan penerbangan ke sejumlah negara bebas COVID-19, yang melaporkan nol kasus corona selama 30 hari.

Negara-negara Asia Tenggara lainnya dengan kondisi infeksi yang melandai sedang mempertimbangkan penyusunan arus  perjalanan dalam beberapa bulan ke depan, seperti Malaysia dan Thailand, untuk menerima negara-negara seperti China, Korea Selatan dan Jepang.

Thailand sudah 31 hari tanpa transmisi domestik dan akan mengizinkan masuk sejumlah pelancong bisnis jangka pendek dan wisatawan medis terhitung bulan depan.

Sumber: Reuters

Baca juga: 56 hari tanpa kasus COVID-19, Vietnam pacu perekonomian lewat insentif
Baca juga: Vietnam masuk normal baru, Indonesia diharapkan tangkap peluang bisnis

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar