Satgas Konga Monusca akhiri pertikaian tiga suku di Kongo

Satgas Konga Monusca akhiri pertikaian tiga suku di Kongo

Komandan Satgas TNI Konga RDB Monusco Kongo Kolonel Inf Daniel Lumbanraja saat menerima satu pucuk senjata api dari seorang kelompok milisi yang berhasil didamaikan, di Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, Afrika, Kamis (25/6). (ANTARA/HO-Puspen TNI)

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de Organization des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo (MONUSCO) berhasil mengakhiri pertikaian tiga suku di Desa Kashege, Kalemie Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, Afrika, Kamis (25/6).

Hal itu ditandai dengan menyerahnya 27 orang milisi yang terdiri dari 12 orang dari Kelompok Milisi Persi Kaomba pimpinan Mukonga Faliala, 7 Orang dari kelompok Milisi Aleluya pimpinan Bilenge Shindano dan 8 orang dari Kelompok Apa na Pale pimpinan Kisidja Mwenge Salumu, seperti dikutip dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Prajurit TNI gugur karena serangan kelompok bersenjata di Kongo

Selain itu, mereka juga menyerahkan 24 pucuk senjata api yang terdiri dari 21 pucuk senjata jenis AK-47, tiga Pucuk Senjata Api Rakitan, 15 buah magazen, 51 busur panah beserta 63 anak panah.

Komandan Satgas TNI Konga RDB Monusco Kongo Kolonel Inf Daniel Lumbanraja menyampaikan hal itu pada saat penyerahan 24 pucuk senjata api dan puluhan panah oleh tim Long Range Mission (LRM) Kompi Bravo Indo RDB yang dipimpin oleh Kapten Inf Nuzul Sudjatmiko dan Letda Inf Eka Rahmat Malpura kepada staf Monusco dalam hal ini Disarmament Demobilization Reintegration (DDR) yang juga dihadiri oleh Head of Office (HoO) Monusco wilayah Kalemie sebagai bentuk kesepakatan perdamaian antara tiga kelompok yang selama ini bertikai untuk memperebutkan kekayaan alam yang ada di daerah tersebut .

Kolonel Inf Daniel Lumbanraja mengatakan, bahwa keberhasilan tim LRM Satgas TNI Konga XXXIX-B Monusco Kongo untuk memediasi ketiga suku dan memperoleh 24 pucuk jenis AK-47 tersebut merupakan bentuk pelaksanaan dari mandat PBB.

Yaitu, Protection of Civilian (POC) atau perlindungan warga sipil serta kepercayaan dari ex-kombatan kepada Satgas TNI Konga XXXIX-B Monusco Kongo yang bekerja sama dengan tokoh adat.

"Baik, itu kelompok perci Kaomba, Perci Aleluya maupun kelompok Apa Napaledi wilayah Area of Responsibility (COB) Kompi Bravo IndoRDB yang dipimpin Mayor Inf Dikdik Sukayat," katanya.

Baca juga: PBB kutuk serangan tewaskan pasukan perdamaian RI di Kongo

Selanjutnya Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-B Monusco mengatakan, selain menjalankan misi tersebut juga digelar kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) yang meliputi pelayanan kesehatan gratis, psikologi lapangan dan perpustakaan mini juga dilaksanakan pertemuan dengan kepala suku maupun tokoh adat setempat.

Hingga saat ini, kata Daniel, Satgas TNI Konga XXXIX-B Monusco telah memasuki bulan ketujuh dalam menjalankan tugas di daerah misi di Republik Demokratik Kongo dan telah berhasil mengumpulkan sebanyak 74 pucuk senjata yg terdiri dari 69 pucuk senjata api jenis AK-47, dua pucuk jenis FAL, 3 pucuk senjata rakitan, 436 butir munisi, satu buah granat tangan.

"Selain itu, 75 busur dan 80 anak panah serta 233 orang milisi," ucapnya.

Baca juga: Anggota pasukan perdamaian Indonesia terbunuh di Kongo

Baca juga: Prajurit TNI gugur karena serangan kelompok bersenjata di Kongo

Baca juga: Prajurit TNI yang meninggal di Kongo akan dimakamkan di Pekanbaru

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

4 pemberontak Kongo serahkan senjata api ke Satgas TNI Konga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar