Dukung UMKM, Waskita beri pinjaman modal untuk 8 mitra binaan

Dukung UMKM, Waskita beri pinjaman modal untuk 8 mitra binaan

Waskita Karya mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) pengrajin kulit yang merupakan mitra binaan dengan memberikan pinjaman modal usaha agar mampu menghadapi dampak pandemi COVID-19. (ANTARA/Waskita)

Pemberian modal ini bertujuan mengembangkan usaha mitra binaan agar lebih maju. Selain itu omzet yang diperoleh diharapkan semakin meningkat...
Jakarta (ANTARA) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus memberi perhatian terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan memberikan pinjaman modal usaha bagi perajin agar mampu menghadapi dampak pandemi COVID-19.

Salah satu mitra binaan tersebut adalah kelompok perajin kulit yang berlokasi di Sentra Kerajinan Kulit Garut, Jawa Barat.

Di bawah naungan Een Suhendi Group, para perajin ini mendapatkan modal usaha berkisar Rp40 juta-Rp50 juta per anggota.

“Pemberian modal ini bertujuan mengembangkan usaha mitra binaan agar lebih maju. Selain itu omzet yang diperoleh diharapkan semakin meningkat dari sebelumnya,” kata Head of Small Medium Enterprise & Social Responsibility Partnership Program Unit PT Waskita Karya (Persero) Tbk Meiriawan, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Menkop percepat transformasi digital UMKM di tengah COVID-19

Meiriawan menjelaskan modal sebesar Rp370 juta diberikan kepada delapan orang perajin dengan jumlah yang berbeda antara Rp40 juta-Rp50 juta.

Pemberian pinjaman modal usaha ini dilakukan sejak tahun 2018 dan berlanjut hingga saat ini dengan nilai pinjaman mencapai Rp370 juta.

Een Suhendi bersama tujuh rekannya telah menjalankan usaha kerajinan kulit secara turun temurun, dengan ragam kerajinan kulit seperti sepatu, tas, topi, jaket, dompet dan sandal.

Masing-masing anggotanya mempunyai toko sendiri yang terletak berdekatan satu dengan lainnya di Sentra Kerajinan Kulit Garut.

Baca juga: Ilham Habibie: UMKM wajib kuasai teknologi digital di era normal baru

Selain dipasarkan secara langsung di toko, Een Suhendi Group juga memasarkan produknya melalui online shop, agar usahanya dapat dikenal secara luas oleh masyarakat.

Di samping itu penjualan juga dilakukan secara konvensional berdasarkan pesanan atau tamu yang datang langsung ke toko dan menawarkan langsung ke instansi-instansi, toko-toko, agen/grosir, dan agen penjual perorangan.

Hingga saat ini omzet yang diperoleh Een Suhendi Group telah mencapai Rp774 juta per tahun.

Baca juga: Teten jelaskan alasan stimulus UMKM disalurkan melalui perbankan
 

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mendag dorong pelaku Industri untuk berinovasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar