Belajar dari pandemi, Kemenhub gencarkan program beli layanan bus

Belajar dari pandemi, Kemenhub gencarkan program beli layanan bus

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. ANTARA/Aji Cakti

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan pihaknya tengah menggencarkan program beli layanan angkutan bus massal atau “buy the service” sebagai salah satu upaya dalam menyiasati kebutuhan angkutan umum di tengah pandemi COVID-19.

“‘Buy the service’ ini di Solo ‘soft launching’, sudah jalan di Palembang karena busnya bagus, kita sedang melakukan upaya ‘marketing’ ke masyarakat,” kata Budi dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat.

Banyaknya perusahaan otobus yang terpuruk terimbas pandemi COVID-19, membuat pemerintah mencari cara agar bus tetap bisa bertahan layanannya dibeli oleh pemerintah.

Skema beli layanan bus, yakni pihak swasta menyediakan bus dan menjadi operator, sedangkan pemerintah hanya membeli layanannya.

Salah satu tujuan dari penerapan skema ini bertujuan agar masyarakat bisa berganti dari penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

“Kita sedang berupaya agak bus ini menjadi ikon, kita berkomitmen untuk mewujudkan mimpinya dunia, satu mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara, kedua adanya ‘shifting’ (perpindahan) dari sepeda motor ke bus, juga mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Selain itu, menurut Budi, salah satu moda transportasi massal yang menjadi andalan saat ini adalah kereta api, namun dalam pembangunannya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Bahkan, Ia menyebutkan, Menhub Budi Karya sudah memerintahkan untuk memindahkan postur anggaran senilai sekitar Rp1 triliun dari sektor perkeretaapian ke sektor transportasi darat untuk tahun 2021 di mana salah satunya adalah untuk program beli layanan.

Program beli layanan ini disebut-sebut membutuhkan anggaran setidaknya Rp250 miliar.

Kota-kota yang berpotensi menerapkan skema tersebut, yaitu Denpasar, Bandung, Bali, Palembang, Yogyakarta, Surabaya, dan Sorong, kemudian bertambah lagi menjadi sembilan kota pada tahun depan.

“Tahun depan ada sembilan, perencanaan ‘detailed-engineering design’ (DED) dan sebagainya dua hingga tiga tahun selesai berjalan bagus, saya akan mendorong trolleybus saya sampaikan di Pekanbaru dan Bandung. Ini kita harapkan dalam waktu ke depan lembaga udah siap ‘demand’ bertambah,” ujarnya.
Baca juga: Palembang jadi proyek percontohan perbaikan angkutan massal
Baca juga: Ombudsman minta manajemen Trans Jogja diperbaiki
Baca juga: Kemenhub resmi luncurkan operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa



 

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Apel kesiapan dan patroli penegakan hukum TSS di Selat Sunda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar