Pemkot Madiun umumkan tambahan dua kasus positif COVID-19

Pemkot Madiun umumkan tambahan dua kasus positif COVID-19

Peta sebaran COVID-19 di Kota Madiun. Terdapat sembilan kasus positif, dengan enam kasus di antaranya sembuh. (Antara Jatim/Diskominfo Kota Madiun/ Lr)

Kota Madiun ada tambahan dua kasus positif hari ini. Dua-duanya memiliki riwayat dari luar kota
Madiun (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Madiun, Jawa Timur, mengumumkan adanya tambahan dua kasus positif terinfeksi COVID-19 sehingga jumlah keseluruhan pasien positif corona menjadi sembilan orang.

"Kota Madiun ada tambahan dua kasus positif hari ini (Jumat, 26/6). Dua-duanya memiliki riwayat dari luar kota," ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan COVID-19 Kota Madiun Noor Aflah di Madiun, Jumat.

Baca juga: Gubernur ingatkan warga Kota Madiun tetap patuhi protokol kesehatan

Sesuai data, pasien nomor 8 adalah seorang laki-laki berusia 47 tahun yang merupakan warga Kelurahan Mojorejo. Yang bersangkutan tercatat memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta dan Bojonegoro.

Sedang, pasien nomor 9, seorang laki-laki usia 33 tahun yang merupakan warga Kelurahan Banjarejo. Ia merupakan perantauan dari Makassar.

Baca juga: Pemkab Madiun tes cepat 381 santri Ponpes Darussalam Mekar Agung

Ia menjelaskan pasien nomor 8 merupakan karyawan PT Pertamina di Jakarta. Yang bersangkutan sempat melaksanakan "work from home" (WFH) di sana selama pandemi. Kasus nomor 8 tersebut sempat dipindah ke Bojonegoro pada 8 Juni 2020.

"Karena kemudian sakit, kasus nomor 8 ini minta pulang ke Kota Madiun dan melakukan pemeriksaan kesehatan pada 20 Juni," katanya.

Baca juga: Dari merah ke zona kuning, warga Madiun diajak pertahankan status

Namun, pada saat itu keluhan awal yang dirasakan adalah sakit lambung. Curiga karena tak kunjung membaik, yang bersangkutan akhirnya menjalani tes cepat di Rumah Sakit Islam (RSI) Kota Madiun tempatnya dirawat dengan hasil reaktif. Tes usap langsung dilakukan dan terkonfirmasi positif.

"Setelah diketahui reaktif dari hasil tes cepat, petugas melakukan tes usap di RSUD dr Soedono dan hasilnya positif," kata Aflah.

Sementara pasien nomor 9 tercatat pulang dari Makassar. Yang bersangkutan sejatinya sudah melakukan tes cepat di Makassar sebagai syarat penerbangan. Saat di Kota Madiun dilakukan tes cepat kembali di RSI dan hasilnya reaktif.

"Serupa dengan kasus nomor 8, yang bersangkutan langsung dilakukan tes usap dan terkonfirmasi positif. Saat ini keduanya sudah menjalani perawatan di RSI Kota Madiun," katanya.

Baca juga: 8 pasien COVID-19 di Kabupaten Madiun dinyatakan sembuh

Dengan tambahan dua kasus tersebut, jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Madiun saat ini mencapai sembilan orang. Dari sembilan orang tersebut, sebanyak enam orang di antaranya telah sembuh dan tiga lainnya masih dirawat.

Gugus tugas mengingatkan warga Kota Madiun agar kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan COVID-19 terus ditingkatkan.

"Protokol kesehatan harus terus ditingkatkan. Masyarakat juga harus lebih waspada terkait warga yang pulang dari luar kota. Warga yang pulang baiknya langsung dilaporkan kepada RT setempat untuk dilakukan pemeriksaan awal oleh kader kesehatan di lingkungan," katanya.

Pemeriksaan atau pendeteksian dini itu penting agar kasus cepat ditemukan dan tidak menularkan kepada yang lain.

Baca juga: Satu keluarga tiga orang pasien COVID-19 baru di Kabupaten Madiun

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Investasi triwulan di Madiun tak penuhi target

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar