Jakarta (ANTARA) - Acara bertahan hidup menuju idola, "I-LAND" tayang perdana pada Jumat (26/6) malam. Ke-23 peserta yang bersaing untuk debut sebagai grup idola baru langsung menampilkan performa mereka membawakan lagu-lagu populer dari beberapa grup idola ternama.

Tiga produser lagu, Bang Si-hyuk dari Big Hit Entertainment, Rain dan Zico ikut mengevaluasi penampilan para peserta.

Dari 23 peserta, pihak penyelenggara memutuskan mengeliminasi tujuh di antaranya, menyisakan 16 orang yang bisa memasuki I-LAND.

Ke-16 peserta pelatihan yang lolos ke I-LAND yakni Geonu, Ni-ki, Nicholas, Jungwon, Jake, Sungchul, K, Sunoo, Youngbin, EJ, Daniel, Seon, Heeseung, Jay, Sunghoon, dan Ta-ki, seperti dilansir Soompi, Sabtu.

Mereka lalu mengucapkan selamat tinggal kepada para rekan mereka yang tersingkir dan berjalan melewati gerbang ke I-LAND.

Pada akhirnya hanya 12 orang yang bisa diterima di I-LAND dan penentuannya dilakukan melalui pemilihan satu suara terakhir.

Mereka yang tidak berhasil masuk ke peringkat 12 teratas harus memasuki "ground" dan bergabung n. dengan tujuh peserta tereliminasi.

Peserta pelatihan menyatakan kekecewaan mereka karena ini artinya tidak ada kesempatan untuk debut jika mereka berada di "ground".

Pemungutan suara terakhir diadakan di antara 16 peserta pelatihan untuk menentukan empat yang akan dikirim ke "ground".

Aktor Namgoong Min yang menjadi narator acara itu mengingatkan para peserta, “Ini memilih tim yang Anda inginkan. Semua keputusan I-LAND dibuat oleh peserta sendiri. "

Pemungutan suara diklaim menunjukkan intensitas program dan daya saing antara peserta pelatihan, mengejutkan penonton pada akhirnya ketika tampaknya Ni-ki telah memilih teman dekatnya Ta-ki.

Episode dua "I-LAND" akan mengudara pada 3 Juli 2020 pukul 23.00 waktu Korea Selatan.


Baca juga: Rain sumbang seluruh penghasilan modelnya untuk wanita kurang mampu

Baca juga: Rain dan Kim Tae-hee sambut kelahiran anak kedua

Baca juga: Peserta dan staf "I-LAND" dilaporkan cedera padahal acara belum tayang

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020