Tak ada pertambahan kasus meninggal akibat COVID-19 pada Sabtu

Tak ada pertambahan kasus meninggal akibat COVID-19 pada Sabtu

Pedagang Pasar Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengantre tes usap atau swab test yang diselenggarakan oleh petugas Puskesmas setempat, Jumat (26/6/2020). Penanggung Jawab Surveilans Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Nurmaulia Rizki mengemukakan Duren Sawit menjadi kawasan dengan angka kasus COVID-19 tertinggi di Jakarta Timur. (ANTARA/HO-Puskesmas Duren Sawit)

Jakarta (ANTARA) - Tidak ada pertambahan kasus meninggal akibat
Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di DKI 
Jakarta pada Sabtu.

​​​​Namun berdasarkan data terbaru dari Pemprov DKI Jakarta, kasus positif bertambah sebanyak 213 dan pasien sembuh meningkat 68 orang.

Jumlah untuk kasus positif menjadi sebanyak 10.853 orang (hari sebelumnya 10.640 orang) dan pasien sembuh COVID-19 tercatat 5.610 orang (hari sebelumnya 5.542 orang). Adapun yang meninggal dunia 632 orang (sama seperti sebelumnya).

Sebanyak 1.355 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit (hari sebelumnya 1.330 orang) dan 3.256 orang melakukan self isolation di rumah (sebelumnya 3.136 orang).

"Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 26.342 orang (sebelumnya 26.122 orang) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 17.481 orang (sebelumnya 17.409 orang)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai 26 Juni 2020 sudah 283.137 sampel yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: Hasil tes cepat pedagang bakso yang ludahi mangkok nonreaktif
Baca juga: Wagub minta perbankan aktif pulihkan ekonomi Jakarta
Baca juga: Tempat hiburan buka tanpa pembatasan jadi persoalan serius COVID-19
Warga RW 07 Jembatan Besi, Tambora menjalani tes usap COVID-19 di Jakarta, Kamis (14/5/2020). (ANTARA/HO-Dokumentasi Kecamatan Tambora)
Untuk tes PCR pada 26 Juni 2020 dilakukan pada 3.666 orang. Sebanyak 2.994 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru (yang awalnya terdeteksi pada hasil reaktif pengujian rapid test) dengan hasil 213 positif dan 2.781 negatif.

Dalam meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode tes cepat dan Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Pemprov DKI membangun Laboratorium Satelit COVID-19 yang berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Duren Sawit sejak 9 April 2020. Saat ini jejaringnya ada sebanyak 41 laboratorium pemeriksa COVID-19.

Pemeriksaan masif secara selektif termasuk dengan tes cepat (rapid test) juga terus dilakukan di daerah kelurahan terpilih yang dikaji secara epidemologis dan menurut kepadatan penduduk. Sasaran ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu dan juga pada ibu hamil.

Total sebanyak 227.323 telah menjalani "rapid test" dengan persentase positif COVID-19 sebesar empat persen. Rincian 7.952 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 219.371 orang dinyatakan nonreaktif.

Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan uji usap (swab test) secara PCR. Apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS  rujukan atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

Pada masa PSBB transisi ini, kewaspadaan harus ditingkatkan. Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat turut mengisi survei persepsi risiko COVID-19 yang dapat diakses pada situs https://s.id/resikocovid.

"Survei yang diisi dapat menjadi masukan bagi Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan penanganan COVID-19 ke depannya," ujar Dwi.
Baca juga: 334 personel amankan HBKB di Jakarta Selatan
Baca juga: Polisi-TNI siagakan 500 personel untuk amankan HBKB di Jakarta

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satgas COVID-19 sebut tiga klaster besar penyebaran COVID-19 DKI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar