Rupiah melemah tertekan terus meningkatnya kasus COVID-19

Rupiah melemah tertekan terus meningkatnya kasus COVID-19

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.

Kekhawatiran pasar terhadap peningkatan kasus COVID-19 memberikan sentimen negatif ke aset berisiko hari ini, termasuk ke rupiah
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, melemah tertekan terus meningkatnya kasus positif COVID-19.

Rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,18 persen menjadi Rp14.245 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.220 per dolar AS.

"Kekhawatiran pasar terhadap peningkatan kasus COVID-19 memberikan sentimen negatif ke aset berisiko hari ini, termasuk ke rupiah," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin.

Menurut Ariston, penyebaran COVID-19 yang meningkat tersebut bisa membuat pemulihan ekonomi kembali terhambat.

"Di internal sendiri, kasus COVID-19 masih meningkat dengan laju yang sama," ujar Ariston.

Pekan ini, nilai tukar rupiah diperkirakan cenderung mengalami pelemahan terbuka. Namun, lanjut Ariston, pelaku pasar juga tidak mengesampingkan sentimen positif pemulihan ekonomi.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp14.225 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.225 per dolar AS hingga Rp14.263 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.369 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.239 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah terkoreksi, pasar khawatir kasus COVID-19 terus meningkat
Baca juga: Rupiah terkulai, tertekan kekhawatiran meningkatnya penyebaran Corona
Baca juga: Rupiah menguat seiring naiknya harga aset berisiko

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Warga Magetan budidaya jeruk dekopon beromset puluhan juta rupiah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar