Penyelenggara Pilkada harus makin kreatif sosialisasi

Penyelenggara Pilkada harus makin kreatif sosialisasi

Komisi Pemilihan Umum (KPU). ANTARA/kpu.go.id/pri.

... KPU dituntut untuk kreatif agar bisa beradaptasi dengan situasi dan menghasilkan konten-konten digital yang apik dan menarik. Tidak hanya lewat media-media massa konvensional seperti TV, radio, surat kabar. Namun juga di media-media sosial...
Purwokerto (ANTARA) - Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman, Ahmad Sabiq, mengatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah perlu mengoptimalkan sosialisasi melalui media sosial guna meningkatkan partisipasi pemilih.

"Pada masa pandemi seperti sekarang ini sosialisasi yang menghadirkan kerumunan massa perlu dihindari, karenanya perlu mengoptimalkan sosialisasi melalui media sosial," katanya, di Purwokerto, Senin.

Karena itu, kata dia, penyelenggara pilkada perlu makin kreatif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"KPU dituntut untuk kreatif agar bisa beradaptasi dengan situasi dan menghasilkan konten-konten digital yang apik dan menarik. Tidak hanya lewat media-media massa konvensional seperti TV, radio, surat kabar. Namun juga di media-media sosial," katanya.

Baca juga: KPU ajak pemda sosialisasi alasan pilkada dilanjutkan saat pandemi

Ia menyatakan, sosialisasi ini harus dilakukan secara intensif dan diusahakan dapat menjangkau segenap lapisan masyarakat.

"Misalnya bagi yang tidak terjangkau dengan medsos karena kendala akses internet maka harus terjangkau dengan TV dan Radio. Artinya harus saling melengkapi memanfaatkan segala teknologi yang ada," katanya.

Ia bilang dari sisi konten, sosialisasi yang dilakukan harus padat, jelas dan lengkap agar dapat sekaligus mengedukasi masyarakat. "Misalnya selain tentang materi pendidikan politik seputar pilkada juga harus berisi materi tentang protokol-protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pemilu," katanya.

Baca juga: KPU Makassar siapkan sosialisasi virtual di tengah pandemi COVID-19

Ia menjelaskan hal itu perlu dilakukan guna mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan guna mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19.

"Sebisa mungkin ada materi tentang tahapan-tahapan pemilu dan bagaimana hal itu mesti dilaksanakan mengunakan protokol kesehatan baik oleh penyelenggara, peserta pilkada dan masyarakat pemilih," katanya.

Dengan demikian, kata dia, maka akan selalu muncul kepercayaan dalam masyarakat bahwa pilkada memang dikelola secara serius dan mengikuti protokol kesehatan secara tertib.

Baca juga: Pengusaha reklame diminta bantu sosialisasikan Pilkada Surabaya 2020

"Sepanjang ada kepercayaan dari masyarakat bahwa pilkada ini aman bagi keselamatan mereka maka harapannya adalah angka partisipasinya tetap baik," katanya.

Ia juga menambahkan penerapan protokol kesehatan tersebut jangan hanya sebatas dalam konten sosialisasi saja, harus diikuti dengan langkah-langkah yang nyata.

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pilkada NTB dengan 23 paslon, Sumbawa Barat diisi calon tunggal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar