Waspada virus mengintai saat streaming ilegal film-film ini

Waspada virus mengintai saat streaming ilegal film-film ini

Ilustrasi menonton film lewat situs streaming film (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Seiring dengan meningkatnya aktivitas menonton film dan serial menggunakan platform online, perusahaan keamanan siber McAfee mengungkap adanya risiko berbahaya dari aktivitas mencari konten hiburan gratis di internet.

"Selama masa PSBB, terlihat lonjakan dalam konsumsi video online dikarenakan adanya peralihan pengguna ke platform hiburan alternatif. Hal ini menciptakan celah yang besar bagi kejahatan siber," ujar Head of Southeast Asia Consumer, McAfee, Shashwat Khandelwal, dalam keterangan tertulis, Selasa.

"Sejarah telah membuktikan bahwa penjahat siber mengikuti tren dan perilaku pengguna untuk membangun strategi scam mereka. Maka kesadaran pada pengguna saat online sangat penting untuk menghindari situs web berbahaya berisi malware yang dapat mencuri informasi personal, seperti passwords," dia menambahkan.

Setelah menganalisis tren konsumsi hiburan online yang populer di seluruh platform streaming, McAfee mengungkap lima judul film dan serial televisi yang menjadi paling sering dicari masyarakat Indonesia.

Menurut hasil riset McAfee, film "Frozen 2" dan serial televisi "The World of The Married" menempati urutan pertama di masing-masing kategori.

Baca juga: "The World of the Married" cetak rekor sejarah TV kabel Korea

Baca juga: Rekomendasi tontonan di platform "video on demand" saat "#DiRumahAja"


Pada kategori film, urutan selanjutnya adalah, "Parasite," "Milea: Suara dari Dilan," "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" dan "Jumanji: The Next Level." Sementara, pada kategori serial terdapat "Crash Landing On You," "Money Heist," "Hi, Bye Mama!" dan "Pretty Little Liars Indonesia."

McAfee mengidentifikasi tipe film dan serial televisi yang berpotensi menjadi target kejahatan siber berdasarkan popularitas dan jumlah download atau streaming yang tinggi.

Saat perusahaan streaming berbayar berlomba-lomba untuk menciptakan konten yang original dan eksklusif untuk menarik perhatian dan mempertahankan pelanggan mereka, tidak sedikit masyarakat yang memilih konten gratis dibanding layanan berbayar.

Hal ini dinilai dapat membuka celah kejahatan siber melalui situs-situs gratis tersebut, sehingga masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati.

McAfee mengimbau untuk mengakses konten tersebut dari sumber yang terpercaya. Hal yang paling aman untuk dilakukan adalah berlangganan ke situs streaming yang terpercaya atau mengunduh film dari sumber, seperti iTunes atau Amazon, dan menjauhi situs-situs yang menjanjikan konten gratis karena berpotensi malware.

Menurut McAfee, banyak situs streaming ilegal yang dipenuhi oleh malware yang menyamar sebagai konten. Untuk itu, perlu menjauhkan perangkat teknologi dari kemungkinan virus dan mulai berlangganan atau streaming dari situs yang terpercaya.

Tidak hanya itu, kejahatan siber juga dapat mengancam melalui apa yang diakses anak di internet, sehingga orang tua perlu membatasi penggunaan internet pada anak, dan menggunakan perangkat lunak yang berfungsi untuk mengurangi risiko akan paparan ke situs web yang berbahaya atau tidak sesuai umur.


Baca juga: #Dirumahaja, Vidio gratiskan nonton semua konten selama 14 hari

Baca juga: Tencent caplok Iflix, perluas layanan "streaming" di Asia Tenggara

Baca juga: Banyak orang tonton film, lalu lintas streaming naik 193 persen

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkominfo minta Netflix prioritaskan film Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar