Marmalade, inovasi Balitbangtan bikin kulit jeruk nikmat disantap

Marmalade, inovasi Balitbangtan bikin kulit jeruk nikmat disantap

Marmalade, hasil inovasi Badan Litbang Pertanian Kementan, yang menjadikan kulit jeruk terasa manis dan dapat dikonsumsi. ANTARA/Dokumentasi Badan Litbang Pertanian Kementan

Besarnya manfaat buah jeruk bagi kesehatan diharapkan bisa menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih menyukai olahan jeruk seperti marmalade
Jakarta (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menghasilkan inovasi, diberi nama marmalade, yang mampu menjadikan kulit jeruk tak terasa pahit, bahkan manis seperti gula, sehingga dapat disantap dan dinikmati.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan kulit jeruk kaya senyawa flavonoid dan limonoid yang bermanfaat sebagai imunomodulator (peningkat imunitas), antiinflamasi, dan antioksidan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, ia menyebutkan hasil uji coba pada hewan menunjukkan kedua senyawa itu mampu menghambat pertumbuhan sel tumor pada kolon, mengontrol gula darah, trigliserida dan kolesterol. Trigliserida dan kolesterol diikat dan kemudian dibuang lewat kotoran.

Baca juga: Teknologi degreening Balitbangtan jaga rasa dan tampilan jeruk keprok

Penelitian lain menunjukkan limonin bersifat bioaktif yang dapat menyembuhkan penyakit berbahaya seperti kanker payudara dan kanker ovarium.

Limonin juga dapat menghambat perbanyakan virus HIV, sebagai detoksifikan, antimalaria, antimikroba, dan menurunkan kolesterol.

Fadjry menyatakan pengolahan jeruk adalah suatu hal yang menguntungkan karena dapat meningkatkan kandungan senyawa flavonoid dan limonoid yang berindikasi fungsional.

"Namun, selama ini kedua senyawa tersebut menjadi masalah serius pada olahan jeruk karena menimbulkan rasa pahit yang tidak disukai konsumen. Sehingga perlu dipikirkan inovasi olahan jeruk yang pas agar diperoleh manfaat dari rasa pahit tersebut," katanya.

Balitbangtan, tambahnya, telah mengembangkan produk olahan jeruk bersama kulitnya yang diberi nama marmalade.

"Olahan jeruk yang satu ini memiliki tekstur seperti selai, hanya saja ada sensasi potongan kulit jeruk di dalamnya dan fungsinya pun sama yaitu sebagai topping untuk roti," katanya.

Proses pembuatannya sangat mudah dengan bahan utama jeruk yang dipotong bersama kulitnya lalu dicampur dengan gula pasir, pengental, CMC (carboxy methyl celullosa) dan asam sitrat yang dipanaskan hingga mengental lalu dikemas dan di pasteurisasi. Marmalade memiliki rasa manis dan pahit khas jeruk yang pas.

Di masyarakat, lanjutnya, marmalade sudah mulai popular meski baru dijumpai hanya di supermarket tertentu dan beberapa hotel.

"Besarnya manfaat buah jeruk bagi kesehatan diharapkan bisa menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih menyukai olahan jeruk seperti marmalade," kata Fadjry.

Apalagi, tambahnya saat musim panen, produksi jeruk melimpah sehingga kerugian akibat merosotnya harga jeruk dapat dihindari.

Kepala BB Pascapanen Prayudi Syamsuri menjelaskan saat ini marmalade jeruk sudah dalam pendaftaran paten dan akan diadopsi oleh mitra yaitu CV Promindo Utama yang berbasis di Cirebon, Jawa Barat.

"Dengan adanya mitra yang sudah siap memasarkan, produk ini akan segera dapat dinikmati oleh masyarakat. Terlebih di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, daya tahan tubuh yang kuat mampu menangkal serangan virus," ujarnya.

Baca juga: Balitbangtan hasilkan varietas jeruk kualitas ekspor
Baca juga: Permintaan jeruk saat pandemi COVID-19 meningkat

Pewarta: Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Inovasi Atabela demi regenerasi petani tak terhenti

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar