Arus kendaraan pribadi saat PSBB Transisi hampir capai kondisi normal

Arus kendaraan pribadi saat PSBB Transisi hampir capai kondisi normal

Kendaraan memadati ruas jalan di kawasan Semanggi, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Meski masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlangsung, sejumlah warga dengan kendaraannya mulai memadati lalu lintas ibu kota. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

Jakarta (ANTARA) - Arus kendaraan pribadi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di DKI Jakarta memiliki persentase hampir sama dengan kondisi normal.

"Saat ini jumlah pengguna kendaraan pribadi di ibu kota sudah mendekati periode sebelum adanya pandemi, yaitu 96 persen," kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Susilo Dewanto dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Institut Studi Transportasi (INSTRAN), Selasa.

Penggunaan kendaraan bermotor roda dua memiliki porsi sebesar 72,8 persen, disusul  kendaraan roda empat dengan jumlah 26,5 persen.  Kendaraan berat yaitu bus ataupun truk dengan jumlah 0,7 persen.

Jumlah penggunaan kendaraan pribadi itu juga turut dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan beroperasinya transportasi-transportasi massal di Ibu Kota Jakarta seperti MRT Jakarta, TransJakarta dan LRT Jakarta.

"Masyarakat masih memiliki kekhawatiran untuk menggunakan angkutan umum," kata Susilo.

Baca juga: TransJakarta siapkan 107 rute untuk normal baru
Baca juga: PSBB transisi, jumlah penumpang MRT capai 18 persen

Menyongsong normal baru, Dishub DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan kendaraan umum mengingat saat ini protokol dengan ketat telah diterapkan oleh para pengelola layanan transportasi umum di Jakarta.

"Peningkatan penggunaan sepeda juga kita harapkan menjadi alternatif untuk mengajak masyarakat melakukan mobilisasi. Itu juga dapat meringankan beban transportasi publik selama pembatasan kapasitas masih dilakukan," ujar Susilo.

Transport Associate Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia Gandrie Ramadhan menyarankan para pengelola transportasi massal kembali menggalakkan kampanye agar masyarakat kembali menggunakan transportasi publik.

"Karena saat ini pengelola layanan juga telah melakukan langkah preventif penyebaran COVID-19, dengan protokol kesehatan sehingga kendaraan umum tidak lagi ditakuti sebagai klaster penyebaran COVID-19," ujar Gandrie.
Baca juga: TransJakarta siapkan beberapa langkah hadapi normal baru

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Delapan provinsi jadi prioritas gerakan bermasker

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar