Inggris desak China batalkan UU Hong Kong dan beri akses ke Xinjiang

Inggris desak China batalkan UU Hong Kong dan beri akses ke Xinjiang

Aktivis Pro Demokrasi memegang poster bertuliskan "Lawan Undang-Undang Keamanan Nasional, kita turun ke jalan 1 Juli" saat berunjuk rasa usai Parlemen China meloloskan Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong di Hong Kong, China, Selasa (30/6/2020). Parlemen China pada Selasa (30/6) mengesahkan Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong melalui pemungutan suara dengan hasil bulat. ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/wsj.

Komisaris Tinggi, kami meminta anda agar secara teratur memberikan informasi lebih dalam mengenai Hong Kong dan Xinjiang guna melindungi hak dan kebebasan yang dijamin dalam hukum internasional
Jenewa (ANTARA) - Inggris pada Selasa mendesak China agar mempertimbangkan kembali undang-undang keamanan nasional yang baru untuk Hong Kong, dengan mengatakan Beijing harus melindungi hak berkumpul dan kebebasan pers di bekas koloni Inggris tersebut.

"Kami mendesak pemerintah China dan Hong Kong agar mempertimbangkan lagi penerapan legislasi ini dan agar melibatkan rakyat, lembaga dan peradilan Hong Kong untuk mencegah lebih jauh erosi hak dan kebebasan yang sudah lama berlangsung," kata Duta Besar Inggris untuk PBB di Jenewa, Julian Braithwaite, kepada Dewan HAM .

Berbicara atas nama 27 negara, ia menyeru otoritas China agar memberi Komisaris Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet "akses awal dan berarti" ke kawasan mereka Xinjiang di tengah laporan penahanan sewenang-wenang dan pengawasan yang luas terhadap minoritas Uighur.

"Komisaris Tinggi, kami meminta anda agar secara teratur memberikan informasi lebih dalam mengenai Hong Kong dan Xinjiang guna melindungi hak dan kebebasan yang dijamin dalam hukum internasional," kata Braithwaite.

Sumber: Reuters

Baca juga: China sahkan UU, Taiwan ingatkan warga risiko kunjungi Hong Kong
Baca juga: Lam: UU keamanan nasional tak akan gerogoti otonomi Hong Kong
Baca juga: Aktivis Hong Kong Joshua Wong keluar dari kelompok demokrasi Demosisto

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar