Cegah karhutla di Sumsel, digelar patroli udara pantau titik api

Cegah karhutla di Sumsel, digelar patroli udara pantau titik api

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji. (FOTO ANTARA/HO - Penrem Gapo)

Apalagi Sumsel banyak lahan gambut sehingga keberadaannya harus selalu dipantau
Palembang (ANTARA) - Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo, Palembang, Sumatera Selatan Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, Senin. melaksanakan patroli udara guna memantau titik api dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tersebut.

"Guna memantau perkembangan titik api maka perlu dilaksanakan patroli udara," katanya di Palembang, Rabu.

Pihaknya tidak menginginkan terjadi kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap. Apalagi Sumsel banyak lahan gambut sehingga keberadaannya harus selalu dipantau.

Oleh karena itu pihaknya memantau perkembangan titik api di provinsi yang terdiri atas 17 kabupaten dan kota tersebut antara lain melalui patroli udara itu.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 044/Gapo langsung memantau secara langsung dari udara kondisi di wilayah yang rawan karhutla, yang mana setiap tahun sering terjadi kebakaran.

Danrem 044/Gapo berharap pada 2020 ini bencana asap akibat karhutla dapat dicegah dengan segala upaya yang telah direncanakan dan dilakukan sejak dini.

“Semoga masyarakat sadar akan bahaya yang ditimbulkan akibat karhutla, dan diingatkan warga agar tidak membakar apabila saat ingin membuka lahan,”katanya.

Kegiatan patroli udara tersebut, dilakukan bersama BPBD Provinsi Sumsel, Perwira Lanud SMH, Kasatpol PP Sumsel, dengan menggunkan helikopter BNPB yang diawaki Pilot Capt Harun Alrasyid, Capt Priyanto, Hlo Wahyu Kurniawan.

Patroli udara di tiga wilayah Kabupaten yaitu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Banyuasin.

Adapun rute patroli udara di tiga Kabupaten tersebut meliputi, Palembang – Pangkalan Glebak, Tanjung Lubuk, Muara Belida Bakung, Kebun Raya, Indralaya Utara,Tanjung Batu, Pajar Bulan, Mekarsari, Muara Kuang, Tanjung Beringin, Pulau Gemantung, Mulyaguna, Pedamaran, Menang Raya, Kayu Agung Jungkal Pampangan, Pampangan, Rambutan, Parit Palembang.

Baca juga: Cegah karhutla, KLHK inisiasi TMC di Sumsel dan Jambi

Baca juga: Sumatera Selatan siap tambah alokasi dana penanggulangan karhutla

Baca juga: Tinggi muka air lahan gambut di Sumsel mulai turun

Baca juga: Walhi Sumsel prediksi terjadi karhutla lebih parah

Pewarta: Ujang Idrus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Prajurit TNI di Solo produksi pelindung wajah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar