Presiden Korsel serukan penyelenggaraan KTT AS-Korut sebelum pemilu

Presiden Korsel serukan penyelenggaraan  KTT AS-Korut sebelum pemilu

FOTO ARSIP: Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) berjabat tangan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di lokasi gencatan senjata Desa Panmunjom di kawasan Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Korea Selatan (27/4/2018). ANTARA FOTO/Korea Summit Press Pool/via REUTERS/Foto Arsip/wsj.

Saya pikir KTT tidak mungkin dilaksanakan antara sekarang dan saat pemilu AS, karena kita melihat acara dibatalkan di seluruh dunia
Seoul (ANTARA) - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebaiknya bertemu kembali sebelum pemilu presiden AS November mendatang.

Dalam konferensi video dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada Selasa (30/6), Moon menyatakan konferensi tingkat tinggi (KTT) antara Trump dan Kim akan membantu melanjutkan negosiasi nuklir yang macet, kata seorang pejabat kantor kepresidenan Korea Selatan kepada wartawan.

"Saya percaya ada kebutuhan bagi Korea Utara dan Amerika Serikat untuk mencoba dialog sekali lagi sebelum pemilihan presiden AS," kata pejabat itu mengutip Moon, Rabu.

"Masalah program nuklir dan sanksi pada akhirnya harus diselesaikan melalui perundingan Korea Utara-AS."

Baca juga: Tentara Korut "siaga penuh" hadapi propaganda pembelot di Korsel
Baca juga: Korut peringatkan Korsel untuk hentikan pembelot sebarkan selebaran


Kantor Moon telah menyampaikan pandangan seperti itu kepada Washington dan para pejabat di sana sedang menindaklanjuti, kata pejabat itu.

Pernyataan Moon muncul beberapa hari setelah Wakil Sekretaris Negara AS Stephen Biegun, yang memimpin negosiasi tingkat kerja dengan Korea Utara, mengatakan masih ada waktu bagi kedua belah pihak untuk berdialog kembali dan "membuat kemajuan besar".

Biegun, bagaimanapun, mengatakan KTT tatap muka akan sulit dilakukan sebelum pemilu November, karena pandemi virus corona yang telah menghapus kalender diplomatik dunia.

"Saya pikir KTT tidak mungkin dilaksanakan antara sekarang dan saat pemilu AS, karena kita melihat acara dibatalkan di seluruh dunia," kata Biegun dalam sebuah seminar virtual, Senin (29/6).

Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya pada 2018 di Singapura, meningkatkan harapan kesepakatan untuk membuat Pyongyang menghentikan program senjata nuklirnya.

Namun, KTT kedua mereka pada 2019 di Vietnam, berantakan ketika Trump menolak tawaran Kim untuk membongkar fasilitas nuklir utama Korea Utara sebagai imbalan atas pencabutan beberapa sanksi ekonomi.

Sumber: Reuters

Baca juga: KCNA: Korut tunda rencana aksi militer melawan Korsel
Baca juga: Negosiator nuklir Korsel kunjungi AS di tengah ketegangan dengan Korut

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar