Rupiah Rabu sore terkulai, masih tertekan naiknya kasus baru COVID-19

Rupiah Rabu sore terkulai, masih tertekan naiknya kasus baru COVID-19

Ilustrasi: Petugas sedang menhitung rupiah (ANTARA FOTO)

Secara bersamaan Bank Indonesia terus berupaya untuk menstabilkan mata uang Garuda dengan melakukan intervensi di pasar valas, obligasi dan SUN di pasar DNDF, sehingga pasar kembali stabil...
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore melemah, masih tertekan peningkatan jumlah kasus baru COVID-19.

Rupiah ditutup melemah 18 poin atau 0,12 persen menjadi Rp14.283 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.265 per dolar AS.

"Pasar merespons positif komentar Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dalam kesaksian di depan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan AS, pada hari Selasa lalu," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu.

Mnuchin mengatakan dia bekerja dengan DPR dan Senat untuk meloloskan lebih banyak bantuan COVID-19 pada akhir Juli, sementara Powell mengatakan bank sentral AS Federal Reserve (Fed) dapat menurunkan batas pinjaman minimum di bawah program pinjaman Main Street di masa depan.

Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi menguat 20 poin

Di sisi lain Dr. Anthony Fauci, Kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, dalam sambutannya kepada Komite Senat pada hari Selasa, memperingatkan tentang risiko lonjakan kasus dan mengatakan negara itu tidak boleh bankrut pada ketersediaan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif.

Amerika Serikat melihat peningkatan 46 persen dalam kasus baru COVID-19 pada minggu yang berakhir 28 Juni dibandingkan dengan tujuh hari sebelumnya, dengan 21 negara bagian melaporkan tingkat tes positif di atas tingkat yang telah ditandai oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai mengkhawatirkan.

Sementara itu, ISH Markit kemarin melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur China pada Juni naik menjadi 50,9 dari bulan sebelumnya 50,6. PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi dan di atasnya berarti ekspansi.

"Dengan demikian, China masih mempertahankan bahkan menambah laju ekspansi di bulan Juni, meski Virus Corona sempat menyerang ibu kota Beijing, sehingga harapan akan perekonomian bisa segera bangkit kembali muncul," ujar Ibrahim.

Baca juga: Wabah kembali merebak di Beijing, China tingkatkan kebersihan pasar

Selain itu setelah ditandatangani undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong oleh Presiden Negeri Tirai Bambu Xi Jinping, ada keuntungan tersendiri bagi pasar dalam negeri yang kemungkinan aliran modal asing yang terparkir di Hongkong akan kembali mengalir ke pasar dalam negeri.

Ia menilai pemerintah harus melakukan evaluasi kebijakan dan menyiapkan regulasi yang bisa memudahkan pengusaha-pengusaha tersebut untuk memindahkan asetnya.

"Secara bersamaan Bank Indonesia terus berupaya untuk menstabilkan mata uang Garuda dengan melakukan intervensi di pasar valas, obligasi dan SUN di pasar DNDF, sehingga pasar kembali stabil walaupun dalam penutupan sore ini rupiah masih ditutup melemah namun tipis," kata Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.245 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.245 per dolar AS hingga Rp14.339 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.341 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.302 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah melemah, tertekan peningkatan kasus COVID-19 dunia

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Budidaya kutu air bernilai jutaan rupiah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar