Ditunggu belasan tahun, sereal rasa daun bawang hadir di Korea

Ditunggu belasan tahun, sereal rasa daun bawang hadir di Korea

Sereal daun bawang Kellogg's Korea (Reuters)

Jakarta (ANTARA) - Setelah dinantikan belasan tahun, sereal rasa daun bawang edisi terbatas Chex hadir di Korea Selatan dan langsung ludes dalam waktu dua hari di toko daring.

Semuanya dimulai pada 2004 ketika Kellogg's Korea meminta orang-orang memilih rasa baru untuk sereal Chex. Ada dua rasa yang ditawarkan, cokelat dan daun bawang.

Kampanye itu dimaksudkan untuk menonjolkan rasa cokelat yang akan ditawarkan, tapi rupanya orang-orang tidak setuju.

Baca juga: Indomie Indonesia rambah restoran cepat saji di Milan

Baca juga: Novita Angie rajin olahraga demi camilan


Jumlah suara untuk daun bawang melebihi rasa cokelat, tak disangka-sangka oleh Kellogg's. Pemungutan suara dihentikan dan rasa cokelat dinyatakan menang.

Orang-orang yang menginginkan rasa daun bawang kecewa, memenuhi media sosial dengan tagar #PrayForChex dan membuat meme ikon Chaka, karakter daun bawang, sebagai pejuang kebebasan.

"Kami tak menyangkan konsumen akan tertarik dengan produk ini selama 16 tahun," kata Kim Hee-yeon, juru bicara Kellogg's Korea kepada Reuters, Rabu.

"Setiap kali kami meluncurkan sereal baru atau mengadakan acara promosi, komunitas daring selalu meminta rasa itu."

Munculnya rasa daun bawang begitu penting hingga topik itu menjadi trending topic teratas di media sosial Korea Selatan awal Juni, melebihi berita pengeboman kantor penghubung Korea oleh Korea Utara.

Sereal edisi daun bawang ini akan dijual selama tiga bulan, tapi bisa berlanjut bila permintaan tinggi.

Perusahaan itu kesulitan dalam menemukan rasa daun bawang yang tepat, kata Kim. Saat mereka mengundang 50 orang untuk mencicipi lebih dulu, ada lebih dari 14.200 yang mendaftar.

Baca juga: Daun bawang perkuat kekebalan tubuh

Baca juga: Buah hingga cokelat, makanan sehat selama isolasi diri COVID-19

Baca juga: Makanan berserat kurangi resiko kanker usus

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar