PHRI: Pelatihan Kartu Prakerja sebaiknya fokus pada kebutuhan industri

PHRI: Pelatihan Kartu Prakerja sebaiknya fokus pada kebutuhan industri

Anggota Badan Pengurus PusatĀ (BPP) PHRI Bidang SDM Dea Prasetyawati berbicara dalam Diskusi Media Daring Menciptakan SDM Indonesia yang Unggul di Era Kenormalan Baru, Jakarta, Rabu 1/7/2020). (ANTARA/Katriana)

misalnya yang wirausaha itu kurang menukik dalam
Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan program pelatihan yang diberikan pada platform kartu Prakerja sebaiknya difokuskan pada kebutuhan industri saat ini sehingga tepat sasaran.

"Bahwa sebaiknya memang fokus ke kebutuhan yang memang sedang dibutuhkan industri saat ini," kata anggota Badan Pengurus Pusat (BPP) PHRI Bidang SDM Dea Prasetyawati dalam Diskusi Media Daring Menciptakan SDM Indonesia yang Unggul di Era Kenormalan Baru, Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan pelatihan yang ditawarkan pada salah satu platform kartu Prakerja ada yang cocok atau sesuai dan ada juga yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Ia mencontohkan pelatihan untuk bidang pariwisata yang menurutnya sangat cocok karena memberikan kemampuan yang dibutuhkan peserta.

"Jadi tim yang sedang mengambil itu juga banyak belajar dari situ karena mereka kasihnya best practice tentang practical dengan modular online," katanya.

Baca juga: Dispar Yogyakarta lanjutkan pendampingan pendaftaran Kartu Prakerja

Baca juga: Perbaikan tata kelola Kartu Prakerja libatkan semua pihak


Namun, beberapa pelatihan lain, kata dia, memang sebaiknya perlu lebih difokuskan lagi sehingga sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

"Contohnya misalnya yang wirausaha itu kurang menukik dalam karena banyak teman-teman kita yang tadinya kerja di hotel sekarang berwirausaha," ujarnya.

Namun demikian, ia menggarisbawahi bahwa sebenarnya jika kartu Prakerja bisa difasilitasi dengan platform yang baik dengan sistem monitoring yang bagus, pada akhirnya pelatihan tersebut dapat mendorong tumbuhnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baru.

"Jadi saya enggak bilang enggak cocok sama sekali, tapi ada yang cocok dan ada yang kurang cocok. Tapi memang banyak masukan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan sertifikasi profesi yang dibutuhkan," katanya.

Baca juga: Ketua PHRI: Kartu Prakerja tak tepat untuk karyawan hotel dan restoran

Baca juga: Pengamat: Kartu prakerja siapkan kompetensi calon tenaga kerja

Pewarta: Katriana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

30 Menit Ekstra - PHRI - Tentang libur panjang dan stimulus pemerintah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar