Aceh lapor kasus COVID-19 bertambah enam orang

Aceh lapor kasus COVID-19 bertambah enam orang

ARSIP - Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif (kiri) dan Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani (kanan) saat jumpa pers di Banda Aceh, Senin (23/3/2020). (ANTARA/Khalis)

Banda Aceh (ANTARA) - Tim gugus tugas penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh melaporkan penambahan enam warga positif terpapar virus corona, sehingga total kasus di daerah Tanah Rencong telah mencapai 86 orang sejak Maret lalu.

"Kasus warga positif terinfeksi virus corona bertambah lagi enam kasus, sehingga total 86 orang," kata Juru bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, di Banda Aceh, Rabu.

Meskipun sebagai Jubir COVID-19 Aceh, pria yang akrab disapa SAG tersebut mengaku tidak mengantongi data lengkap terkait riwayat perjalanan yang mengakibatkan enam warga itu tertular virus corona.

"Saya tidak bisa memberi informasi rinci tentang riwayat terpaparnya enam orang tersebut, selain nama inisial, umur, jenis kelamin, dan kabupaten/kotanya saja," katanya.

Baca juga: Aceh Barat pulangkan 9 pekerja pelanggar protokol pencegahan COVID-19

Baca juga: Menlu sebut 99 pengungsi Rohingya di Aceh negatif COVID-19


Menurut dia, enam pasien baru COVID-19 itu diantaranya empat orang berasal dari Kota Banda Aceh, yakni perempuan berinisial
EM (32 tahun), R (67 tahun), dan AAN (14 tahun) serta laki-laki berinisial FAA delapan tahun.

"Sedangkan dua pasien lagi N, 56 tahun asal Kota Langsa dan TR, 29 tahun, laki-laki asal Aceh Besar," katanya.

Secara kumulatif jumlah orang yang positif terpapar COVID-19 di Aceh mencapai 86 orang, diantaranya telah sembuh 31 orang, tiga orang telah meninggal dunia, dan 52 orang sedang dalam penanganan medis.

Sementara itu, Direktur RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin mengatakan empat orang warga Banda Aceh yang baru positif COVID-19 tersebut berasal dari satu keluarga.

Kata dia, keempat mereka tertular akibat transmisi lokal, setelah berkontak jarak dekat dengan seorang warga Sumatera Utara berdomisili di Banda Aceh, yang lebih dulu positif COVID-19.

"Iya (transmisi) lokal. (Tertular) dari orang yang pergi pulang ke Medan (Sumatera Utara)," katanya.*

Baca juga: IDI Aceh: Prosedur tetap pelayanan pasien di faskes perlu dievaluasi

Baca juga: Dinkes minta tenaga medis berhati-hati tangani pasien COVID-19

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Masuk zona merah, Cilegon perketat aturan PSBB

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar