Formula 1

Tak ada Orange Army saat Verstappen incar hat-trick di Austria

Tak ada Orange Army saat Verstappen incar hat-trick di Austria

Pebalap Red Bull Max Verstappen merayakan kemenangan di podium setelah memenangi GP Austria pada 30 Juni 2019. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)

Aku ingat melihat ke para fan di akhir balapan tahun lalu dan mereka semua berdiri dan berteriak, itu luar biasa
Jakarta (ANTARA) - Pebalap tim Red Bull memiliki peluang melengkapi hat-trick kemenangan Grand Prix Austria akhir pekan ini di seri pembuka Formula 1 yang berbeda dari tahun-tahun yang pernah ada sebelumnya.

Verstappen juara di sirkuit kandang timnya itu pada 2018 dan 2019 namun kali ini tak akan ada para fan, Orange Army, yang akan mendukung pebalap 22 tahun asal Belanda itu karena Grand Prix digelar tanpa penonton imbas pandemi virus corona.

Krisis kesehatan global itu telah menunda F1 hingga hampir empat bulan dari jadwal, dan memaksa kompetisi digelar di bawah protokol kesehatan ketat dan trek tertutup untuk penggemar.

Baca juga: Setelah empat bulan vakum, Formula 1 restart akhir pekan ini
Baca juga: Tantangan terbesar balapan F1 di bawah protokol COVID-19


"Tentunya, akan sangat berbeda tanpa 'orange army' dan akan terasa sedikit aneh," kata Verstappen seperti dikutip Reuters, Rabu.

"Aku ingat melihat ke para fan di akhir balapan tahun lalu dan mereka semua berdiri dan berteriak, itu luar biasa. Itu membuatku bahkan tersenyum lebar setelah kemenangan itu.

"Sayang kita tak mendapati mereka tahun ini tapi kami akan mencoba memberikan tontonan yang menarik bagi setiap orang yang menonton di rumah di TV."

Masih segar di ingatan para fan ketika Verstappen terlibat duel dengan Charles Leclerc di dua lap terakhir sebelum akhirnya merebut kemenangan dari sang pebalap muda Ferrari itu.

Menunggu sekian lama sejak seri pembuka di Melbourne pada 15 Maret batal, maka Red Bull pun akan membawa upgrade mesin Honda mereka.

Sementara itu, tim juara Mercedes akan menggunakan livery hitam sepanjang musim ini sebagai kampanye mereka melawan rasisme dan inekualitas.

Tim Silver Arrow itu juga telah menyiapkan sejumlah upgrade untuk Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas selain membuat debut dengan sistem kemudi poros ganda (DAS) kontroversial mereka.

Hamilton, yang berpeluang menyamai rekor juara dunia tujuh kali Michael Schumacher, mengharapkan mobil Mercedes yang lebih cepat tahun ini, sementara tim-tim rival juga akan memboyong sejumlah paket upgrade yang belum terpasang sejak gagal balapan di Australia.

Baca juga: Sejumlah rekor yang bisa dipecahkan Hamilton tahun ini
Baca juga: Ferrari harus desain ulang mobil F1 mereka tahun ini


Sementara itu Ferrari harus mendesain ulang mobil mereka, seperti diungkapkan bos tim Mattia Binotto, setelah hasil kurang memuaskan di tes pramusim Barcelona pada Februari lalu.

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel akan menjalani tahun terakhirnya bersama tim asal Italia itu, sebelum digantikan Carlos Sainz tahun depan.

Di papan tengah, perhatian akan tertuju ke mobil 'pink Mercedes' Racing Point, yang memiliki desain mirip dengan mobil juara dunia tahun lalu. Sedangkan Renault akan meningkatkan level permainan mereka agar bisa bersaing dengan McLaren, yang tahun lalu unggul di konstruktor kendati menggunakan mesin yang sama dengan tim asal Prancis itu.

Nicholas Latifi akan menjadi satu-satunya rookie tahun ini, bersama Williams yang mencoba bangkit dari mimpi buruk musim 2019.

Williams, salah satu tim tersukses di F1 itu, kini sedang terpuruk secara performa dan finansial hingga kemungkinan akan menjual saham kepemilikan mereka dan mencari investor baru.

Baca juga: Renault boyong tiga paket "upgrade" mobil di seri pembuka di Austria
Baca juga: Williams tampil dengan livery baru di seri pembuka Formula 1
Baca juga: F1 luncurkan insiatif perangi COVID-19, rasisme, dan inekualitas

 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar