Saham Jerman hentikan keuntungan, indeks DAX 30 terpangkas 0,41 persen

Saham Jerman hentikan keuntungan, indeks DAX 30 terpangkas 0,41 persen

Ilustrasi. Mobil swa-kemudi sedang diuji oleh perusahaan Jerman Continental di jalur kendaraan A2 di Hanover, Jerman. Saham perusahaan pemasok komponen otomotif Continental yang kehilangan 3,33 persen. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Saham perusahaan pemasok komponen otomotif Continental yang kehilangan 3,33 persen
Frankfurt (ANTARA) - Saham-saham berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (1/7/2020), menghentikan keuntungan dua hari berturut-turut dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt terpangkas 0,41 persen atau 50,36 poin, menjadi 12.260,57 poin. Indeks DAX 30 naik 0,64 persen atau 78,81 poin menjadi 12.310,93 poin pada perdagangan Selasa (30/6/2020), memperpanjang kenaikan 1,18 persen atau 142,73 poin menjadi 12.232,12 poin pada perdagangan Senin (29/6/2020).

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 30, sebanyak 11 saham berhasil membukukan keuntungan dan 19 saham lainnya mengalami kerugian.

Wirecard, perusahaan jasa pembayaran non tunai Jerman yang sedang dililit skandal, anjlok 16,23 persen, membukukan kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Kemudian disusul oleh oleh saham perusahaan pemasok komponen otomotif Continental yang kehilangan 3,33 persen, serta perusahaan pengembang perumahan Vonovia merosot 2,57 persen.

Di sisi lain, perusahaan pemasok peralatan dialisis ginjal Fresenius Medical terangkat 1,65 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan perawatan pribadi Jerman Beiersdorf yang meningkat 1,38 persen serta perusahaan produsen barang-barang kimia dan konsumen Henkel naik 1,30 persen.

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 244,3 juta euro (273,6 juta dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar