S&P, Nasdaq menguat didukung harapan vaksin dan data ekonomi positif

S&P, Nasdaq menguat didukung harapan vaksin dan data ekonomi positif

Dokumentasi - Pialang di lantai New York Stock Exchange (NYSE) jelang penutupan perdaganan bursa saham di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di New York, AS (20/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/aa.

Ketika ekonomi perlahan-lahan terus pulih, kami melihat rebound signifikan dalam industri yang pernah mengalami kehilangan pekerjaan terbesar
New York (ANTARA) - Wall Street bervariasi dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat pada Rabu (Kamis pagi) untuk memulai kuartal ketiga didukung meningkatnya optimisme atas vaksin COVID-19 yang aman dan efektif, yang mengurangi kekhawatiran kemungkinan akan terjadi kuncian bisnis lagi.

Indeks S&P 500 naik 15,57 poin atau 0,50 persen, menjadi berakhir di 3.115,86 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 95,86 poin atau 0,95 persen, menjadi 10.154,63 poin. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 77,91 poin atau 0,30 persen, menjadi berakhir di 25.734,97 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor real estat dan utilitas masing-masing terangkat 2,57 persen dan 2,29 persen, memimpin keuntungan. Sektor energi jatuh 2,49 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Saham Pfizer Inc naik lebih dari tiga persen setelah pembuat obat itu mengatakan vaksin COVID-19 sedang dikembangkan bersama perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, menunjukkan harapan dan terbukti dapat ditoleransi dengan baik dalam uji coba tahap awal terhadap manusia.

Keuntungan menempatkan Pfizer di antara pendorong teratas untuk S&P 500 dan Dow Industrials sambil membantu meningkatkan sentimen di Wall Street, bahkan ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS melaporkan peningkatan 43.644 kasus baru virus corona.

Saham BioNTech yang tercatat di AS juga melonjak sebanyak 18,9 persen sebelum memudar kembali menjadi ditutup turun 3,9 persen.

Investor juga didorong oleh beberapa data ekonomi positif karena penguncian yang disebabkan oleh virus corona telah berkurang. Sebuah laporan pada Rabu (1/7/2020) menunjukkan penurunan manufaktur global telah surut pada Juni, dengan angka AS mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.

Pada Kamis waktu setempat, semua mata akan tertuju pada laporan penggajian nonpertanian Departemen Tenaga Kerja AS.

Pembaruan tentang kemajuan dalam berbagai program vaksin COVID-19 sedang diawasi ketat oleh investor, dan sebagian bertanggung jawab atas reli Wall Street baru-baru ini.

Di sisi data, lapangan pekerjaan sektor swasta AS meningkat sebesar 2,369 juta pekerjaan pada Juni, perusahaan data penggajian AS, Automatic Data Processing (ADP) melaporkan Rabu (1/7/2020).

"Perekrutan bisnis kecil meningkat pada Juni," Ahu Yildirmaz, wakil presiden dan wakil ketua Lembaga Penelitian ADP, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Ketika ekonomi perlahan-lahan terus pulih, kami melihat rebound signifikan dalam industri yang pernah mengalami kehilangan pekerjaan terbesar," kata Yildirmaz.

Aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS tumbuh pada Juni, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan Rabu (1/7/2020). Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur ISM tercatat 52,6 persen pada Juni, naik 9,5 poin persentase dari Mei di 43,1 persen.

Untuk kuartal kedua, Dow naik 17,8 persen, S&P 500 naik hampir 20 persen dan Nasdaq melonjak 30,6 persen. Indeks-indeks utama mencatat kinerja kuartalan terbaik mereka dalam beberapa dekade.

Baca juga: Wall Street dibuka naik setelah investor cerna data penggajian di AS
Baca juga: Wall Street berakhir lebih tinggi, Dow Jones terangkat 217,88 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar