Wantimpres prihatin disiplin protokol kesehatan masyarakat menurun

Wantimpres prihatin disiplin protokol kesehatan masyarakat menurun

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, HR Agung Laksono virtual meeting dengan wartawan ANTARA 27 provinsi. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)

Pencabutan status PSBB pada suatu daerah membuktikan penanganan wabah COVID-19 sudah baik...
Palembang (ANTARA) - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, HR Agung Laksono prihatin menurunnya disiplin masyarakat menjalankan protokol kesehatan dalam masa normal baru produktif aman dari corona virus disease 19 (COVID-19).

"Saya sangat prihatin mendengar informasi menurunnya disiplin masyarakat terutama dalam penggunaan masker dan menjaga jarak fisik di pasar tradisional serta beberapa tempat keramaian lainnya sehingga menyebabkan pasien baru positif COVID-19 hingga kini terus bertambah," kata Agung Laksono berbicara pemulihan ekonomi di era normal baru dalam 'virtual meeting' dengan wartawan ANTARA lulusan Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XIV Tahun 2006 dari 27 provinsi yang digelar Kamis siang.

Menanggapi informasi peserta dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indra Gultom yang mengungkap data terjadi penambahan pasien baru COVID-19 di daerahnya karena menurunnya disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan pascapemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sangat disesalkan.
Baca juga: Disiplin patuhi protokol kunci aktivitas ekonomi aman COVID-19

Warga Sumsel terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona jenis baru itu kembali bertambah 29 orang per 1 Juli 2020 sehingga totalnya menjadi 2.078 kasus dan Kota Pagaralam mencatatkan kasus lokal pertama.

Penambahan pasien baru positif COVID-19 terbanyak dari Kota Palembang (22 orang), Muara Enim (dua), PALI (dua), serta Banyuasin, Lubuklinggau dan Pagaralam masing-masing satu orang.

Pencabutan status PSBB pada suatu daerah membuktikan penanganan wabah COVID-19 sudah baik, seharusnya masyarakat bisa lebih meningkatkan disiplin menjalani kehidupan dengan protokol kesehatan yang telah dilakukan selama ini di masa normal baru, bukan sebaliknya sehingga terjadi peningkatan pasien baru.

Normal baru bukan berarti keadaan sudah kembali seperti sebelum ada wabah virus Corona sehingga masyarakat mengabaikan protokol kesehatan antisipasi penyebaran COVID-19.
Baca juga: Risma minta warga disiplin terapkan protokol kesehatan pasca-PSBB

Masyarakat harus bijak menyikapi normal baru menghadapi tekanan kesehatan dan ekonomi dengan melakukan kegiatan produktif mengikuti protokol kesehatan secara ketat seperti mengenakan masker secara benar bukan hanya sekedar menempel di wajah.

Informasi yang disampaikan wartawan ANTARA lulusan Susdape XIV dari 27 provinsi di Tanah Air merupakan masukan berharga untuk menjadi bahasan wantimpres sebagai bahan pertimbangan Presiden Joko Widodo melakukan kebijakan pemulihan ekonomi di era normal baru.

"Melihat banyaknya informasi berharga dari kegiatan tersebut, saya akan memfasilitasi virtual meeting dengan wartawan ANTARA Susdape XIV dari berbagai provinsi dilakukan secara rutin," ujar anggota Wantimpres Agung Laksono.
Baca juga: Menko Airlangga minta masyarakat disiplin terapkan protokol kesehatan

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar