BTN akan dorong sektor riil lewat dana pemerintah

BTN akan dorong sektor riil lewat dana pemerintah

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N Mansury memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja BTN tahun 2020 di Jakarta, Jumat (10/1/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Penempatan dana ini akan bisa disalurkan oleh bank-bank Himbara kepada sektor riil yang dalam tiga bulan mendatang dari Rp30 triliun dapat disalurkan sampai dengan tiga kalinya
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Mansury mengatakan pihaknya akan berupaya mendorong sektor riil melalui penempatan dana pemerintah yang dilakukan dengan menyalurkan kredit perumahan.

Pahala menuturkan penempatan dana Rp30 triliun kepada empat Himpunan Bank Negara (Himbara) termasuk BTN diharapkan dalam tiga bulan ke depan dapat disalurkan kepada sektor riil hingga tiga kali lipat.

“Penempatan dana ini akan bisa disalurkan oleh bank-bank Himbara kepada sektor riil yang dalam tiga bulan mendatang dari Rp30 triliun dapat disalurkan sampai dengan tiga kalinya,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Pahala mengatakan masing-masing bank yang diberi tanggung jawab oleh pemerintah untuk mempertahankan sektor riil dari dampak pandemi COVID-19 telah memberikan komitmennya dalam menggunakan dana tersebut.

Ia menyatakan bank Himbara mengutamakan untuk menyalurkan kredit kepada sektor-sektor yang berfokus pada kebutuhan primer termasuk perumahan.

“Kami di Himbara yang paling utama adalah bagaimana bisa menyalurkan pinjaman kepada yang merupakan sektor kebutuhan primer seperti pangan atau bagi kami di perumahan,” ujarnya.

Rencana ekspansi BTN untuk enam bulan ke depan adalah penyaluran kredit sebesar Rp30,03 triliun dengan komposisi kredit perumahan mencapai lebih dari 70 persen dan ekspansi tersebut difokuskan pada KPR Rp5,4 triliun atau 51,6 persen.

“Kita empat bank Himbara ini memang sudah memberikan komitmen bahwa masing-masing akan menyalurkan tiga kalinya,” ujarnya.

Pahala berharap seiring dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penerapan normal baru mulai Juni 2020 maka permintaan kredit atas perumahan di BTN dapat meningkat.

“Bagaimana pun juga harus ada demand-nya kan. Tetapi karena permintaannya sudah jelas namanya perumahan yang bersubsidi ataupun rumah murah itu kan merupakan kebutuhan dasar,” katanya.

Baca juga: Dirut BTN sebut permintaan KPR subsidi naik 75 persen
Baca juga: Permintaan KPR mulai naik, Dirut BTN optimis kredit tumbuh
Baca juga: PP Tapera ditandatangani, saham BTN terus naik

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polisi tangkap seorang tersangka teroris di Jayapura

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar