Australia bangun pos pemeriksaan cegah penyebaran virus dari Melbourne

Australia bangun pos pemeriksaan cegah penyebaran virus dari Melbourne

Foto Arsip: Orang-orang dengan mengenakan masker berjalan melewati Flinders Street Station, setelah kasus virus corona dipastikan muncul, di Melbourne, Victoria, Australia (29/1/2020). ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/tm (REUTERS/Andrew Kelly/Andrew Kelly)

Saya dapat mengerti bahwa orang-orang akan cemas mendengar berita ini ... tetapi kami memiliki langkah-langkah untuk melindungi komunitas kami
Sydney (ANTARA) - Polisi Australia pada Kamis membangun pos pemeriksaan di pinggiran kota Melbourne yang menjadi zona merah wabah virus corona baru.

Langkah itu diambil ketika pihak berwenang berjuang untuk mengendalikan wabah baru COVID-19 di kota terbesar kedua di Australia itu, bahkan saat aturan pembatasan perjalanan dilonggarkan di beberapa tempat lain.

Gambar yang diterbitkan oleh Australian Broadcasting Corp pada Kamis menunjukkan polisi menghentikan mobil di jalan-jalan pinggiran kota setelah 36 daerah pinggiran kota di Melbourne di negara bagian Victoria dikunci menyusul lonjakan kasus baru COVID-19 di sana.

"Lebih dari 300.000 warga Australia ... mengalami situasi sulit, yang kita semua lalui," kata Menteri Kesehatan Federal Greg Hunt dalam konferensi pers, merujuk pada penduduk pinggiran kota yang terkena dampak.

"Kita tahu kita bisa melaluinya, namun demikian itu merupakan beban besar bagi kehidupan mereka," ujar Hunt.

Australia bernasib lebih baik daripada banyak negara lainnya dalam pandemi COVID-19 ini, dengan sekitar 8.000 kasus, 104 kematian dan kurang dari 400 kasus aktif COVID-19.

Namun, lonjakan kasus baru COVID-19 belum lama ini di Victoria telah memicu kekhawatiran gelombang kedua wabah COVID-19, yang juga menggemakan kekhawatiran yang diungkapkan di negara-negara lain.

Sebagian besar negara bagian di Australia menyatakan akan membuka kembali perbatasan internal mereka kecuali untuk Victoria. Tetangga negara bagian Victoria, New South Wales -- negara bagian yang paling padat penduduknya, telah membuka perbatasannya kecuali bagi orang-orang yang datang dari 36 pinggiran Kota Victoria.

Di sisi lain dari Australia, wilayah federal Northern Territory (NT) yang terpencil melaporkan kasus infeksi corona pertamanya dalam dua bulan setelah seorang pelancong, yang memasuki Australia melalui Melbourne dan menyelesaikan karantina wajib selama dua pekan, menunjukkan gejala setelah kembali ke wilayah asalnya.

"Saya dapat mengerti bahwa orang-orang akan cemas mendengar berita ini ... tetapi kami memiliki langkah-langkah untuk melindungi komunitas kami (dan) langkah-langkah ini telah diikuti," kata Menteri Kesehatan Northern Territory Natasha Fyles kepada wartawan.

Fyles menambahkan, orang yang terinfeksi itu berusia 30-an dan telah diisolasi di rumah sakit.

Secara global, kasus virus corona baru telah mencapai lebih dari 10 juta pada Minggu (28/6), yakni suatu tonggak sejarah baru dalam penyebaran COVID-19 yang telah menewaskan lebih dari setengah juta orang dalam tujuh bulan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Australia batasi gerakan 300.000 orang di pinggiran Melbourne

Baca juga: PM Australia: perbatasan internal dibuka kembali dukung lapangan kerja
​​​​
Baca juga: Menlu jelaskan alasan Garuda Indonesia masih terbang ke Australia

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar