Kamis, pasien positif COVID-19 di Jakarta naik 198 kasus

Kamis, pasien positif COVID-19 di Jakarta naik 198 kasus

Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. ANTARA/Shutterstock/am. (.)

Sedangkan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 27.156 orang
Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan DKI mengumumkan, Kamis ini, di Jakarta, jumlah kasus positif paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) naik 198 orang, sementara pasien sembuh meningkat 191 orang dan korban meninggal bertambah dua orang.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, untuk kasus positif sebanyak 11.680 orang (hari sebelumnya 11.482 orang), kemudian untuk pasien sembuh COVID-19 tercatat 6.871 orang (hari sebelumnya 6.680 orang), adapun yang meninggal dunia 646 orang (sebelumnya 644 orang).

Sementara itu, 805 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit (hari sebelumnya 889 orang) dan 3.358 orang melakukan isolasi mandiri di rumah (sebelumnya 3.269 orang).

"Sedangkan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 27.156 orang (sebelumnya 27.037 orang) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 17.940 orang (sebelumnya 17.843 orang)," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati di Balai Kota Jakarta.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai dengan 1 Juli 2020 sudah ada 319.437 sampel (sebelumnya 313.450 sampel) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak Virus Corona (COVID-19) di lima wilayah DKI Jakarta.

Untuk tes PCR pada 1 Juli 2020, dilakukan pada 4.072 orang. Sebanyak 3.325 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru (yang awalnya terdeteksi pada hasil reaktif pengujian rapid test) dengan hasil 198 positif dan 3.127 negatif.

Dalam meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode tes cepat dan Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Pemprov DKI membangun Laboratorium Satelit COVID-19 yang berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Duren Sawit sejak 9 April 2020.

"Saat ini jejaringnya ada sebanyak 45 (meningkat dari sebelumnya 41) laboratorium pemeriksa COVID-19," katanya.

Pemeriksaan masif secara selektif termasuk dengan tes cepat (rapid test), terus dilakukan di daerah kelurahan terpilih yang dikaji secara epidemologis dan menurut kepadatan penduduk. Sasaran ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu dan juga pada ibu hamil.

"Total sebanyak 240.236 orang (hari sebelumnya 238.796 orang) telah menjalani rapid test, persentase positif COVID-19 sebesar 3,5 persen, dengan rincian 8.355 orang (hari sebelumnya 8.326 orang) dinyatakan reaktif COVID-19 dan 231.881 orang (hari sebelumnya 230.470 orang) dinyatakan non-reaktif," tuturnya.

Untuk kasus positif, tambah Ani, ditindaklanjuti dengan uji usap (swab test) secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

"Kami imbau pula bagi seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak antarorang minimal 1,5-2 meter," ucapnya menambahkan.

Baca juga: Jumlah pasien sembuh COVID-19 di Jakarta bertambah 168 orang
Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Jakarta bertambah 394 orang


 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kasus positif COVID-19 DKI Jakarta bertambah 471 total 26.664

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar