Huawei luncurkan program baru untuk dukung pendidikan di Indonesia

Huawei luncurkan program baru untuk dukung pendidikan di Indonesia

Ilustrasi logo Huawei (ANTARA News/HO))

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi Huawei, melalui Huawei ICT Academy beberapa waktu lalu meluncurkan program baru "Learn ON" untuk mendukung pendidikan tinggi di Indonesia, utamanya mendorong potensi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

"Tujuannya adalah untuk mendorong keberlanjutan pengembangan talenta-talenta Indonesia berpotensi di bidang TIK, mendorong para pengajar untuk menggelar kursus-kursus, membantu para mahasiswa menguasai makin banyak pengetahuan teknis di bidang TIK, dan membantu meningkatkan daya saing dan kompetensinya," kata Deputy General Manager Huawei Indonesia, ALbert yang Jiang, dalam keterangan pers, dikutip Sabtu.

Program yang diluncurkan pada Juni lalu ini melibatkan universitas yang menjadi mitra Huawei di Indonesia, antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Melalui program ini, Huawei menyediakan pelatihan secara dalam jaringan untuk para mahasiswa, mereka akan mendapat kesempatan untuk ikut ujian sertifikasi.

Materi yang diajarkan lewat program Learn ON antara lain kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, 5G dan internet of things (IoT).

Program insentif ini juga ditujukan untuk para pelatih, trainer, agar mereka bisa memotivasi pelajar untuk mengikuti program sertifikasi serta mendorong antusiasme dalam membuka kelas.

Saat ini terdapat 21 kampus yang bekerja sama dengan Huawei Indonesia untuk program Learn ON, jumlahnya ditargetkan menjadi 40 kampus pada akhir 2020 nanti.

Huawei global beberapa waktu lalu menyampaikan komitmen mereka untuk dunia pendidikan internasional pada acara webinar "Driving Equity and Quality with Technology".

Deputy Chairman Huawei, Ken Hu, dalam acara tersebut, menyampaikan kunci utama Huawei dalam meningkatkan kesetaraan, pemerataan dan kualitas pendidikan adalah dengan membangun konektivitas antara sekolah dan mengembangkan keterampilan.

Huawei bersama mitra mereka berkomitmen untuk membantu menyediakan akses ke sumber daya pendidikan, antara lain kurikulum dan aplikasi belajar digital, serta menyediakan akses internet di sekolah agar bisa dimanfaatkan oleh guru dan siswa.

Huawei baru saja meluncurkan program DigiSchool di Afrika Selatan untuk menghubungkan 100 sekolah dasar di perkotaan maupun pedesaan selama setahun ke depan.



Baca juga: Huawei pastikan kehadiran nova seri terbaru

Baca juga: Intelijen Kanada peringatkan kasus Huawei akan kejutkan dunia

Baca juga: China tuntut dua warga Kanada atas dugaan spionase

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Suspect di RSPI Sulianti Saroso negatif nCov

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar