FRI : Perlu insentif bagi industri yang riset dengan kampus

FRI : Perlu insentif bagi industri yang riset dengan kampus

Rektor IPB, Prof Arif Satria, dalam konferensi Forum Rektor Indonesia secara virtual di Jakarta, Sabtu (4/7). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) terpilih Prof Arif Satria mengatakan perlu insentif bagi industri yang melakukan riset dan pengembangan produknya bekerja sama dengan kampus.

"Pemerintah perlu memberikan insentif bagi industri tersebut. Ini merupakan salah satu strategi dalam pengembangan inovasi di Tanah Air," ujar Arif dalam Konferensi FRI secara virtual di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Ketua Forum Rektor nantikan pemikiran "out of the box" Nadiem Makarim

Dia mencontohkan di Belanda, hampir seluruh hasil riset ada di kampus. Sementara di Jepang, lembaga pemerintah dan kampus bekerja sama dalam melahirkan inovasi. Oleh karena itu, Arif mendorong agar semua lembaga pemerintah saling berkolaborasi agar terjadi saling berbagi sumber daya yang ada.

Rektor IPB tersebut menambahkan sinergi program kerja sama penelitian dan pengembangan lembaga riset pemerintah, lembaga riset swasta, perguruan tinggi, dan dunia usaha, perlu dilakukan untuk pengembangan inovasi. "Penerapan teknologi juga perlu dilakukan melalui 'pilot plant," katanya.

Selain itu, lanjutnya, juga perlu adanya pemberian jaminan risiko atas teknologi hasil penelitian dan pengembangan dalam negeri. Juga perlu adanya pusat inovasi pada pusat pertumbuhan industri.

Baca juga: FRI : Tidak usah khawatir dengan perguruan tinggi asing

Baca juga: FRI: perlu ada badan khusus untuk inovasi


Ia mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang memberikan perhatian pada Science Techno Park (STP) yang berada di perguruan tinggi.

Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan, meminta agar pemerintah membantu pembiayaan internet bagi mahasiswa dan dosen pada saat pandemi COVID-19.

Pemerintah, kata Yos, diharapkan membantu mahasiswa dan dosen dalam proses pendidikan dengan kebijakan membebaskan atau paling tidak menanggung pembiayaan internet bagi mahasiswa dan dosen.

Yos Johan menjelaskan biaya internet cukup memberatkan mahasiswa dan dosen selama perkuliahan daring. Bantuan dari pemerintah sangat diperlukan bagi mahasiswa dan dosen.

Baca juga: FRI: guru besar dan lektor harus produktif

Pewarta: Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Uji klinis vaksin COVID-19 akan dilakukan di 6 titik di Bandung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar