Selayar, Sulsel (ANTARA News) - Wisatawan asing yang ikut dalam kegiatan ekspedisi Takaobnerate Islands di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan dilaporkan terlantar di kapal perang milik TNI-AL, Sabtu.

Menurut pengakuan salah satu wisatawan asing asal Jepang, shigeki kazhiwagi (41) di sela-sela perjalanan dari Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar menuju ke Kepulauan Selayar, dia kecewa dengan fasilitas dan akomodasi yang disiapkan pihak penyelenggara kegiatan, tidak sesuai dengan harapan.

Namun, Shigeki bersama dengan rekan-rekannya memilih untuk menerima keadaan yang sebenarnya bukanlah fasilitas atau pelayanan yang telah dijanjikan.

"Kami pasrah saja, kami kepanasan di sini," ucapnya sembari mengipas-ngipas wajahnya dengan potongan kertas bekas miliknya dan sesekali melap keringat yang membasahi keningnya.

Pengusaha biro perjalanan Jepang ini mengaku sedang melakukan riset potensi wisata yang terdapat di lokasi taman laut Takabonerate dan berniat berinvestasi ke daerah itu untuk membangun fasilitas pariwisata seperti hotel dan tempat-tempat objek wisata lainnya.

"Kami juga akan membawa tamu travel-travel Jepang, berkunjung ke daerah ini," ujarnya.

Dilaporkan rombongan wisatawan asing ini ditempatkan di geladak kapal TNI-AL yang bising dan panas karena letaknya berada di aula yang dekat dengan mesin kapal.

Selain itu, puluhan peserta olahraga selam yang mengikuti kegiatan itu juga ditempatkan bersamaan dengan para turis mancanegara itu yang tidur hanya dengan menggunakan tempat tidur abk KRI Makassar.

Padahal, mereka mengaku telah membayar biaya akomodasi untuk kelas Very Important Person (VIP) yang senilai Rp1 juta khusus biaya transportasi KRI Makassar.

Dilaporkan fasilitas kamar yang seharusnya diberikan kepada wisatawan asing asal Jepang, ternyata diserobot oleh pihak lain. Ini terjadi karena kurangnya kordinasi pihak penyelenggara, Dinas Pariwisata.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009