Formula 1

Norris syok hingga termangu setelah rebut podium perdananya di F1

Norris syok hingga termangu setelah rebut podium perdananya di F1

Pebalap tim Mercedes Valtteri Bottas (kiri) melakukan selebrasi setelah menjuarai Grand Prix Austria di Red Bull Ring, Minggu, (5/7/2020) bersama Charles Leclerc dari tim Ferrari (tengah) dan Lando Norris dari tim Mclaren (kanan). Mark Thompson/Pool via REUTERS (REUTERS/POOL)

Jakarta (ANTARA) - Pebalap McLaren, Lando Norris, dibuat syok hingga termangu tanpa kata setelah meraih finis podium pertamanya di Formula 1 ketika ia finis ketiga di Grand Prix Austria, Minggu.

Pebalap berusia 20 tahun itu, termuda di grid, menjadi pebalap termuda ketiga yang naik ke podium Grand Prix di catatan sejarah F1 setelah Max Verstappen dan Lance Stroll.

Norris telah mengejutkan McLaren sehari sebelumnya dalam fase kualifikasi dengan mengamankan posisi start keempat bagi tim bermarkas di Woking itu. Ia kemudian mendapat hadiah naik satu posisi start karena juara dunia enam kali Lewis Hamilton mendapat penalti mundur tiga grid dari P2 ke P5.

Baca juga: Bottas merasa hindari banyak "peluru" demi menangi Grand Prix Austria
Baca juga: McLaren anggap Racing Point rival berat di papan tengah


Pebalap muda Inggris itu tak bisa berkata-kata setelah merebut podium dari Hamilton dengan keunggulan 0,2 detik ketika pebalap Mercedes itu diganjar penalti lagi, kali ini tambahan waktu lima detik karena bersenggolan dengan mobil Red Bull Alexander Albon di lomba.

Hamilton yang finis kedua setelah Bottas harus kehilangan podium ke P4 setelah catatan waktu akhirnya ditambahi penalti tersebut.

"Aku tak bisa berkata-kata. Ada beberapa titik di lomba di mana aku kira aku sedikit mengacaukannya," kata Norris seperti dikutip Reuters.
 
Untuk mengejar podium itu, Norris juga memanfaatkan kesempatan terakhirnya di pengujung lomba dengan merebut poin tambahan dari mencetak waktu putaran tercepat.

Ekspresi kegirangan ditumpahkan Norris setelah finis seperti yang terdengar di radio komunikasi tim.

"Tak ada yang lebih baik (dari ini) untuk keseluruhan tim, khususnya setelah masa sulit ini," kata kepala tim McLaren Andreas Seidl yang mengacu podium kedua dari tiga balapan terakhir.

McLaren merebut satu podium tahun lalu di Brazil lewat Carlos Sainz yang mengakhiri puasa podium McLaren sejak GP Australia 2014.

Baca juga: Perangi rasisme, Hamilton dan para pebalap F1 berlutut di GP Austria
Baca juga: Hamilton sebaiknya minta maaf ke Albon, kata bos Red Bull


Para pebalap dan tim harus menjaga jarak di paddock untuk meminimalkan resiko penyebaran COVID-19, yang memaksa musim balapan tertunda sejak Maret itu.

Tapi, itu tak berlaku untuk Norris yang memeluk CEO Mclaren Racing dan menyemprotkan minuman ke para mekanik dan rekannya.

Di konferensi video, Norris meminta maskernya diganti agar bisa bernafas karena basah terkena sampanye.

"Aku ingin memberimu pelukan sekarang, sobat, tapi aku tak bisa," kata juara dunia 2009 Jenson Button yang memandu sesi jumpa pers pasca lomba di garis finis.

"Tak ada kata-kata. Maksudku, luar biasa. Balapan yang fantastis."

Baca juga: Gagal di race pertama, Sean Gelael berusaha sabar di race kedua
Baca juga: Tolak protes Red Bull, F1 nyatakan sistem kemudi baru Mercedes legal

 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar