Dolar di Asia di kisaran ketat menjelang data sektor jasa AS

Dolar di Asia di kisaran ketat menjelang data sektor jasa AS

Seorang pembeli menghitung uang Dolar Amerika Serikat yang ditukarnya di gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Senin (15/7/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

kekhawatiran tentang virus membatasi sisi positifnya
Tokyo (ANTARA) - Dolar bertahan stabil terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya, pada Senin, karena investor menunggu data yang diperkirakan menunjukkan sektor jasa AS berhenti berkontraksi, dan menyoroti pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.

Euro bergerak dalam kisaran sempit sebelum data ekonomi dari Jerman dan zona euro yang juga diperkirakan akan menunjukkan rebound tajam dalam aktivitas perusahaan dan penjualan ritel, yang akan meredakan kekhawatiran tentang prospek ekonomi.

Meningkatnya infeksi virus corona baru di Amerika Serikat telah membuat beberapa investor enggan mengambil risiko berlebihan, tetapi sebagian besar pelaku pasar tetap fokus pada kemungkinan yang berkembang bahwa ekonomi utama itu akan terus pulih.

"Ketika datang ke dolar/yen, harapan pemulihan mendukung dolar, tetapi kekhawatiran tentang virus membatasi sisi positifnya," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities.

"Pasar fokus pada pasangan mata uang lainnya, seperti dolar Australia, yang masih dalam tren naik yang jelas terhadap dolar AS karena kenaikan harga tembaga."

Dolar bertahan stabil di 107,56 yen pada Senin pagi di Asia setelah kenaikan 0,3 persen minggu lalu. Aktivitas pasar tenang setelah liburan akhir pekan panjang 4 Juli di Amerika Serikat.

Euro berpindah tangan pada 1,1247 dolar. Terhadap pound Inggris, mata uang umum dibeli 90,18 pence. Sterling bergerak dalam kisaran sempit di 1,2474 dolar. Terhadap franc Swiss, dolar dikutip pada 0,9455.

Indeks untuk aktivitas non-manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) yang dijadwalkan pada Senin diperkirakan akan naik menjadi 50,0 pada Juni dari 45,4 pada bulan sebelumnya, mengindikasikan aktivitas berhenti menyusut.

Greenback telah terkunci ke dalam kisaran perdagangan sempit baru-baru ini karena kekhawatiran tentang kebangkitan infeksi virus corona AS mengimbangi meningkatnya optimisme tentang ekonomi.

Euro akan menjadi fokus di hari perdagangan nanti ketika Jerman, ekonomi terbesar zona euro, dijadwalkan akan merilis pesanan industri untuk Mei.

Penjualan ritel untuk semua zona euro juga akan dirilis pada Senin nanti. Kedua indikator diperkirakan akan pulih dengan kuat dari penurunan besar yang disebabkan oleh penyebaran virus corona.

Di tempat lain dalam mata uang, dolar Australia diperdagangkan pada 0,6944 dolar pada Senin pagi di Asia setelah kenaikan 1,2 persen minggu lalu.

Aussie adalah fokus pasar lain menjelang pertemuan kebijakan bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), pada Selasa (7/7/2020). Analis memperkirakan suku bunga akan tetap di 0,25 persen di tengah tanda-tanda bahwa penurunan ekonomi Australia tidak akan separah yang ditakuti pertama kali.

Kenaikan harga tembaga dan komoditas lainnya baru-baru ini yang diekspor Australia, dikombinasikan dengan nada yang lebih positif untuk RBA, kemungkinan akan mendukung Aussie, kata para analis.

Di seberang Laut Tasman, dolar Selandia Baru dikutip pada 0,6535 dolar AS.

Baca juga: Kemarin, minyak di bawah 43 dolar hingga antivirus Kementan diragukan

Baca juga: Dolar melemah, dipicu kekhawatiran ekonomi AS akibat bangkitnya Corona

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar