Republik Dominika gelar pilpres yang sempat tertunda di tengah wabah

Republik Dominika gelar pilpres yang sempat tertunda di tengah wabah

Seorang anggota Angkatan Bersenjata Republik Dominika menutup gerbang di perbatasan antara Malpasse, di Haiti, dan Jimani, di Republik Dominika, seperti yang terlihat dari Malpasse, Haiti, Selasa (17/3/2020). Haiti telah menunda penerbangan dari Eropa, Amerika Latin dan Kanada dan melaksanakan pembatasan di perbatasan dengan negara yang bertetangga dengan Republik Dominika untuk mencegah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19). REUTERS/Andres Martines Casares

Santo Domingo (ANTARA) - Republik Dominika menggelar pemilihan umum presiden pada Minggu (5/7) di tengah wabah virus corona, setelah tertunda pada Mei lalu dengan salah satu kandidat sempat menangguhkan kampanye akibat terjangkit COVID-19.

Jutaan pemilih mengenakan masker atau pelindung wajah, ada pula yang menggunakan pakaian hazmat, ketika mendatangi tempat pemungutan suara. Lokasi-lokasi itu juga menyediakan gel pencuci tangan bagi para pemilih sebelum mereka masuk ke bilik suara.

Walaupun begitu, pengamat pemilu menyebut bahwa mereka melihat banyak pelanggaran terhadap aturan pembatasan jarak fisik.

Pemilu ini menentukan siapa pemimpin yang akan berhadapan dengan pandemi serta dampak yang dialami, khususnya terkait sektor pariwisata yang terpukul keras--namun juga merupakan sektor utama pemasukan negara ekonomi terbesar kawasan Karibia itu.

Pemungutan suara ditutup pada pukul 17.00 waktu setempat, sementara hasil penghitungan awal diumumkan mulai pukul 20.30 waktu setempat (Senin pagi, pukul 07.30 WIB).

Baca juga: Republik Dominika pererat kerja sama dengan China
Baca juga: Taiwan akhiri hubungan diplomatik dengan Dominika


Hitungan awal menunjukkan bahwa petahana Partai Pembebasan Dominika (PLD) tertinggal dalam perolehan suara, sehingga kemungkinan kalah dalam perebutan tampuk kekuasaan setelah berkuasa selama 16 tahun.

Hal itu terkait dengan kritik atas salah penanganan wabah, konflik internal, tuduhan korupsi, serta kesenjangan yang membayangi performa ekonomi negara berpenduduk sekitar 10,4 juta jiwa tersebut. Sejauh ini tercatat 37.000 lebih kasus COVID-19 dan 794 kematian.

Kandidat dari PLD, Gonzalo Castillo (59)--yang sebelumnya menjabat menteri pekerjaan umum--tertinggal dari lawannya, Luis Abinader (52), kandidat presiden Partai Revolusioner Modern (PRM).

Sementara Presiden Danilo Medina (68) tidak dapat lagi mencalonkan diri dalam pemilihan presiden kali ini karena telah menjabat selama dua periode. Ia gagal mendapat dukungan atas usulan perubahan konstitusional mengenai pencalonan kembali.

Abinader bahkan telah mengumumkan kemenangannya (saat hitungan suara masuk sementara sebanyak 22% dari total pemilih) dengan capaian sementara sekitar 53%, sedangkan lawannya 37%.

Sebelumnya, Abinader harus menangguhkan kampanye setelah dinyatakan teruji positif COVID-19 pada bulan lalu. Kemudian dia menyatakan dirinya telah pulih.

Sumber: Reuters

Baca juga: IMF setujui bantuan darurat pandemi untuk Dominika
Baca juga: Republik Dominika benarkan kasus pertama corona

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPU Ngawi lakukan pemutakhiran data pemilih

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar