Mensos tunaikan janji Presiden bantu korban bencana di Sukajaya Bogor

Mensos tunaikan janji Presiden bantu korban bencana di Sukajaya Bogor

Menteri Sosial Juliari Batubara saat hadir dalam peresmian huntara di Desa Kiarapandak Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Jawa Barat, Senin (6/7/2020). ANTARA/M Fikri Setiawan

sampai sekarang sudah sekitar Rp6,4 miliar rupiah yang kami berikan
Sukajaya, Bogor (ANTARA) - Menteri Sosial Juliari P Batubara mengaku telah menunaikan janji Presiden Joko Widodo memberikan bantuan sosial kepada korban bencana longsor dan banjir bandang di Kabupaten Bogor Jawa Barat.

"Bantuan jaminan hidup (jadup) kepada sebanyak 4.188 KK atau 12.403 jiwa senilai Rp3,72 miliar," ungkapnya saat hadir dalam peresmian hunian sementara (huntara) korban bencana di Desa Harkatjaya Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin.

Bantuan jadup itu disalurkan kepada para korban bencana di Kecamatan Sukajaya, Nanggung, Cigudeg, dan Jasinga, berupa uang tunai senilai Rp10.000 setiap jiwa per hari selama satu bulan.

Pria yang akrab disapa Ari itu menceritakan pengalaman berharganya saat datang ke lokasi bencana Sukajaya bersama jajaran menteri mendampingi Presiden Jokowi pada awal Februari 2020.

"Pada saat Bapak Presiden ke sini, keadaan juga sedang hujan saat itu, sehingga memang kita ikut ngeri-ngeri sedap juga," kata Ari.

Baca juga: Korban longsor di Bogor dapat total jadup Rp3,7 miliar dari Kemensos
Baca juga: Korban longsor Bogor baru ditemukan setelah enam jam


Menurutnya, jika dihitung, Kementerian Sosial telah mengirimkan berbagai bantuan senilai Rp6,4 miliar ke lokasi bencana di wilayah barat Kabupaten Bogor itu selama bencana berlangsung hingga sekarang.

"Pada saat bencana, kita juga sudah pernah mengirimkan beberapa bantuan logistik, santunan ahli waris, juga sembako yang nilainya sekitar Rp2,67 miliar rupiah. Jadi, kalau ditotal mungkin dari kami selama bencana sampai sekarang sudah sekitar Rp6,4 miliar rupiah yang kami berikan," paparnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Pepen Nazaruddin mengatakan bahwa bantuan jadup disalurkan bekerja sama dengan Bank Mandiri melalui mekanisme nontunai.

"Kemensos menyalurkan jaminan hidup dengan non tunai, mereka dibukakan rekening dan dikasih ATM, tujuannya adalah agar bantuan sampai ke penerima utuh sesuai dengan haknya," terang Pepen.

Baca juga: Banjir-longsor di Bogor puluhan rumah terendam dan tertimbun
Baca juga: Warga Bogor dilibatkan menebang 501 pohon sawit untuk hunian tetap


Seperti diketahui, Kecamatan Sukajaya merupakan wilayah terdampak bencana awal tahun 2020 dengan kerusakan paling parah dibandingkan tiga kecamatan lainnya di wilayah barat Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Kecamatan Jasinga.

Peristiwa longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Rabu (1/1) itu mengakibatkan 16 korban jiwa serta kerusakan pada ribuan rumah masyarakat, jika dirinci, sebanyak 1.092 unit rusak berat, 1.625 unit rusak sedang, dan 1.334 unit rusak ringan.

Baca juga: TNI akan bangun akses kendaraan ke tiga kampung di Cileuksa Bogor
Baca juga: Pemerintah koordinasi untuk relokasi warga terdampak longsor di Bogor
Baca juga: Kepala BNPB sebut longsor di Sukajaya Bogor ibarat es krim meleleh

 

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ketua DPR, Mensos, dan Men-PPPA pantau penyaluran bansos di Bali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar