Bambang Soesatyo inisiasi pembentukan Kampung Empat Pilar MPR

Bambang Soesatyo inisiasi pembentukan Kampung Empat Pilar MPR

Ketua MPR, Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-Dok Humas MPR

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR, Bambang Soesatyo, bersama Sentra Usaha Tani dan Agribisnis Nusantara (SUTA Nusantara) dan Perkumpulan Badan Usaha Masyarakat Adat Nusantara (Perbuma) berencana mengembangkan Kampung Empat Pilar MPR sebagai wadah memberdayakan masyarakat adat.

"Kampung Empat Pilar MPR RI akan mengangkat kehidupan harmonis yang ada di masyarakat adat sehingga menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia pada umumnya bahwa kemajemukan bukanlah alasan perpecahan," kata dia, melalui pernyataannya, usai menerima SUTA Nusantara dan Perbuma, di ruang kerja ketua MPR, Jakarta, Senin.

Turut hadir, Ketua Umum SUTA Nusantara sekaligus Ketua Umum Perbuma, Dadung Harisetyo, dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Taufiqurokhman.

Baca juga: MPR sosialisasi Empat Pilar gunakan pentas seni budaya

Menurut Soesatyot, menengok kehidupan masyarakat adat akan kembali mengingatkan jati diri bangsa Indonesia agar tak jatuh tergerus globalisasi.

Sebagai salah satu kekuatan sosial bangsa Indonesia, kata dia, masyarakat adat memiliki berbagai keistimewaan.

Karena, selain kental dengan kearifan lokal, politikus senior Partai Golkar itu mengatakan kehidupan masyarakat adat yang selaras dengan alam juga menjadikan mereka terhindar dari berbagai konflik sosial.

Baca juga: Legislator: Pancasila sebagai Dasar Negara sudah final

Pada saat pandemi Covid-19 mengguncang Indonesia, dia menilai masyarakat adat termasuk salah satu kelompok yang tangguh dan bisa cepat beradaptasi, baik melalui ritual dan upacara adat, maupun dengan menjalankan gotong royong yang memang sudah menjadi kebiasaan hidup sehari-hari mereka.

Lebih jauh, wakil ketua umum Kadin Indonesia itu memaparkan Kampung Empat Pilar MPR sekaligus juga bisa memberdayakan ekonomi lokal masyarakat sekitar dan menguatkan program pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari desa.

Ada tiga program yang sedang dijalankan pemerintah, yakni Desa Wisata Agro (Dewa), Desa Wisata Industri (Dewi), dan Desa Digital (Dedi).

Baca juga: Bamsoet gandeng youtuber sosialisasikan Empat Pilar MPR

"Akibat derasnya laju globalisasi dan hantaman keras kapitalisme dan liberalisme, membuat tata kelola ekonomi nasional luluh lantak. Bangsa Indonesia terlupa bahwa kita memiliki ekonomi Pancasila yang bertumpu pada kekuatan masyarakat di pedesaan. Kita sibuk mengejar investasi, tapi lupa mengembangkan potensi," kata dia.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu mencontohkan salah satu potensi ekonomi yang bisa cepat digarap masyarakat desa adalah mengembangkan daerahnya menjadi lokasi wisata yang menarik dan instagrammable yang membuat wisatawan akan cepat berdatangan cukup dengan kekuatan media sosial.

"Media sosial maupun teknologi informasi juga bisa memudahkan pelaku usaha di desa menjual barangnya ke berbagai wilayah bahkan lintas negara. Kampung Empat Pilar MPR RI juga mendorong terwujudnya pelaku usaha di desa yang memiliki rezeki kota, dengan bisnis mendunia," kata dia.

Baca juga: Ketua DPD tegaskan Pancasila sudah final dan tak bisa diperas lagi

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

​​​​​​​Ketua MPR bertemu presiden bahas sidang tahunan format baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar